TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) menyebut hanya satu penyintas di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan mengalami trauma akibat pengalaman gempa masa lalu yang kembali terpicu oleh gempa terbaru.
Hal itu disampaikan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos, Igun Gunawan, berdasarkan hasil asesmen terhadap para penyintas yang berada di lokasi pengungsian.
“Dari sekian ribu penyintas di GOR Samador itu hanya satu orang saja yang mengalami gangguan traumatis tahun 1992. Sisanya adalah takut, hal-hal yang sifatnya biasa dalam situasi yang tidak biasa,”ujar Igun dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui kanal YouTube BNPB, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Igun, rasa takut dan cemas yang dirasakan mayoritas penyintas setelah gempa tidak serta-merta menunjukkan adanya trauma psikologis. Respons tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam kondisi bencana.
“Yang ditakutkan oleh masyarakat itu hal yang wajar dalam situasi yang tidak wajar, hal yang normal dalam kondisi yang tidak normal. Jadi bukan trauma,”jelasnya.
Igun menjelaskan, penyintas yang mengalami trauma tersebut memiliki pengalaman gempa sebelumnya. Ketika gempa kembali terjadi, memori traumatis dari peristiwa masa lalu muncul kembali.
Sementara itu, penyintas yang menunjukkan gangguan psikologis berat tidak ditangani langsung oleh relawan LDP. Mereka dirujuk kepada tenaga profesional, seperti psikolog, psikiater, atau perawat jiwa.
“Kalau ada temuan-temuan warga yang kasusnya berat, maka tim LDP melakukan rujukan kepada orang-orang ahli. Dalam hal ini bisa perawat jiwa, psikolog, maupun psikiater,”ucapnya.
Igun menegaskan, layanan dukungan psikososial diberikan untuk membantu penyintas kembali menjalankan aktivitas dan fungsi sosialnya. Kegiatan yang dilakukan antara lain senam, bernyanyi, menari, menggambar, mewarnai, bermain, hingga berbagai kegiatan rekreasional.
Menurutnya, hasil asesmen di GOR Samador menunjukkan sebagian besar penyintas memiliki resiliensi atau daya lenting yang baik dalam menghadapi dampak bencana.
“Berita baiknya dari temuan yang kami lakukan di Kabupaten Sikka, terutama warga penyintas di GOR Samador, mereka adalah orang-orang yang resilient,”tuturnya.










