TVRINews - Jakarta
Peserta Konvensi KSTI 2026 soroti pemahaman Presiden terhadap isu ekonomi kerakyatan di Jakarta.
Sejumlah akademisi dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) memberikan pandangan terhadap arah kebijakan ekonomi yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center.

Dalam ajang yang mempertemukan ribuan pimpinan perguruan tinggi tersebut, para akademisi menyoroti fokus Presiden Prabowo dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Mereka menilai langkah-langkah yang dipaparkan pemerintah selaras dengan kebutuhan mendasar masyarakat.
Dwi Evi Puspitawati, Konsultan UMP, mencatat bahwa pemaparan Presiden menunjukkan kedekatan dengan realitas sosial yang dihadapi warga saat ini.
"Presiden Prabowo menunjukkan pemahaman mendalam mengenai dinamika di lapangan dan memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Dwi di kutip Sabtu 27 Juni 2026.
Sentimen serupa disampaikan oleh Konsultan Humas UMP, RA Lindrayeni.
Menurutnya, perhatian terhadap kelompok masyarakat kecil menjadi poin penting yang ditangkap oleh peserta sarasehan.
"Kami melihat adanya perhatian nyata terhadap tantangan yang dihadapi rakyat kecil. Kepedulian ini menjadi salah satu pesan utama yang kami tangkap dalam penyampaian beliau," tambah Lindrayeni.
Konvensi KSTI 2026 bertajuk “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” ini menjadi forum strategis bagi pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan negara dengan dukungan dari sektor akademis.
Dukungan dari kalangan perguruan tinggi ini dianggap krusial, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional ke depan.
Pertemuan yang dihadiri oleh rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara kebijakan pemerintah dengan implementasi sains dan teknologi di sektor industri guna mencapai kesejahteraan yang lebih merata.










