TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dengan tegas mengatakan jika saat ini pemerintah terus menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mulai dari peningkatan produksi migas, pengembangan gas bumi, hingga percepatan hilirisasi sektor pertambangan.
Hal ini diungkapkan usai menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Sabtu, 27 Juni 2026 hari ini.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika sampai saat ini pemerintah tengah berupaya meningkatkan lifting minyak dan gas bumi serta memperbesar bauran energi sebagai langkah menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
“Pertama adalah bagaimana konsep meningkatkan lifting, bauran energi dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional kita,” ujar Bahlil.
Ia mengatakan gejolak geopolitik dunia turut menjadi tantangan bagi sektor energi. Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman, sementara harga BBM bersubsidi masih dapat dipertahankan.
“Di tengah geopolitik yang tidak menentu, alhamdulillah Indonesia masih bisa mengamankan cadangan BBM kita dengan harga subsidi yang tidak naik. Dan sekarang standar pasokan kita di atas standar minimal nasional,” katanya.
Selain menjaga pasokan BBM, pemerintah juga mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Bahlil menambahkan, strategi jangka panjang pemerintah juga diarahkan pada percepatan hilirisasi sektor pertambangan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik sekaligus menekan impor energi berbasis minyak.
“Kita juga mendorong pembangunan hilirisasi di sektor pertambangan sebagai bagian upaya dalam rangka menurunkan impor BBM, kaitannya dengan listrik, mobil listrik, dan motor listrik dalam konteks ekosistem baterai mobil yang bahan bakunya dari hilirisasi nikel,” ujarnya.
Menurut Bahlil, penguatan hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas tambang, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan industri energi baru yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Indonesia.










