TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru.
Pada 2026, sebanyak 32.828 guru difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-4). Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu.
“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” ujar Nunuk dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 8 September 2026.
Nunuk menegaskan, program tersebut juga ditujukan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi guru yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan studi.
“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, skema perkuliahan dirancang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar selama mengikuti pendidikan. Dengan demikian, guru dapat meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa harus meninggalkan sekolah dan murid.
Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat 45.660 guru mendaftar, sementara 32.828 guru difasilitasi mengikuti program. Peserta terdiri atas 25.936 guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB.
Program tersebut melibatkan 127 LPTK, termasuk 35 LPTK yang baru bergabung pada tahun ini. Nunuk menyebut kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bentuk gotong royong dalam meningkatkan kualitas guru.
“Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualifikasi akademik, program S-1/D-4 juga menjadi salah satu jalur bagi guru untuk melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik.
Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.
Nunuk menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari diperolehnya ijazah, tetapi juga dari peningkatan kompetensi guru dalam proses pembelajaran.
“Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Saiful Bari mengapresiasi keterlibatan LPTK dalam membuka akses pendidikan bagi para guru.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ungkap Saiful.
Saiful menambahkan, peningkatan kualifikasi guru akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.
“Berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4, dan sebagian besar berasal dari Guru PAUD dan SD. Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya.










