TVRINews, Jakarta
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Republik Prancis H.E. Mrs. Catherine Vautrin di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis, sekaligus dalam rangka kunjungan Misi PEGASE 2026.
Dalam pertemuan itu, Sjafrie menyampaikan bahwa kunjungan Catherine Vautrin juga menandai pelaksanaan perdana Dialog Tingkat Menteri Pertahanan Tahunan Indonesia-Prancis.
Menurut Sjafrie, forum tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama pertahanan sekaligus hubungan bilateral kedua negara.

“Pertemuan ini sekaligus menjadi pelaksanaan pertama Dialog Tingkat Menteri Pertahanan Tahunan antara Indonesia dan Prancis. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan hubungan kedua negara,”kata Sjafrie dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 24 September 2026.
Sjafrie mengatakan, kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis turut dipengaruhi eratnya hubungan antara Presiden Republik Indonesia dan Presiden Republik Prancis.
Kerja sama tersebut juga mencakup rencana pelaksanaan latihan Garuda Guerrier di Prancis pada November 2026, serta pengembangan mekanisme dialog antara Indonesia dan Prancis pada bulan yang sama.
Di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), Sjafrie menyampaikan perkembangan kerja sama yang ditandai dengan kedatangan pesawat Rafale pertama di Indonesia.
Selain itu, pembangunan kapal selam Scorpène pertama oleh PT PAL Indonesia bersama Naval Group dari Prancis juga telah dimulai di Surabaya.
“Kerja sama pertahanan tidak hanya berkaitan dengan pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel serta penguatan hubungan antara angkatan bersenjata kedua negara,”jelasnya.
Indonesia dan Prancis juga mengembangkan kerja sama melalui pertukaran perwira untuk mengikuti pendidikan dan latihan.
Sjafrie menegaskan, kerja sama pertahanan kedua negara akan terus dikembangkan dengan mencakup berbagai bidang, baik alutsista, peningkatan kapasitas personel, maupun hubungan antarangkatan bersenjata.










