TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan Taufanto menekankan pentingnya pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI.
Hal tersebut disampaikan Donny saat memimpin kegiatan penatausahaan pemanfaatan BMN Sesi 3 Tahun 2026 di Aula Soedirman, Kodam Jaya/Jayakarta, Rabu, 23 September 2026.
Dalam sambutannya, Wamenhan menyampaikan bahwa pengelolaan BMN memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang tertib, efektif, dan akuntabel.
"Pengelolaan BMN di lingkungan Kemhan dan TNI perlu dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar setiap aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan negara,”ujar Donny dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 24 September 2026.
Menurut Donny, penatausahaan pemanfaatan BMN merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola aset negara. Langkah tersebut dilakukan melalui penataan administrasi, inventarisasi, pendampingan, serta penyelesaian berbagai permasalahan terkait pemanfaatan aset.
Wamenhan juga meminta Satgas melaksanakan tugas secara profesional, berintegritas, dan solutif dengan membangun komunikasi serta koordinasi yang efektif.
Selain itu, seluruh jajaran Kemhan dan TNI diimbau menjadikan penataan dan pengelolaan BMN sebagai bagian dari budaya kerja. Pengelolaan aset, kata Donny, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif, tetapi juga mendukung tata kelola kelembagaan, pelaksanaan tugas pertahanan negara, serta optimalisasi pemanfaatan aset dan penerimaan negara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Irjen Kemhan, Pangdam Jaya/Jayakarta, Irjen TNI, Asrenum Panglima TNI, Direktur PKKN DJKN Kementerian Keuangan, serta pejabat Eselon I dan II Kemhan dan TNI.










