TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya rehabilitasi itu mulai menunjukkan hasil dengan ribuan hektare sawah kembali diolah dan ditanami oleh petani.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
"Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak," ujar Amran dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, percepatan rehabilitasi sawah tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi lahan agar kembali produktif, tetapi juga mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya keluarga petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian hingga 7 Mei 2026, total target pemulihan sawah terdampak di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran sebesar Rp337,97 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi pemulihan. Sementara itu, 4.098 hektare sawah telah selesai direhabilitasi, 2.212 hektare kembali diolah oleh petani, dan 2.110 hektare sudah mulai ditanami kembali.
Perkembangan paling signifikan terjadi di Sumatera Barat. Dari target pemulihan seluas 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau sekitar 98 persen telah memasuki tahap konstruksi. Sebanyak 2.583 hektare di antaranya telah selesai direhabilitasi dan lebih dari 2.100 hektare sawah kembali ditanami oleh petani.
Di Sumatera Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare juga telah memasuki tahap konstruksi pemulihan.
Sementara itu, Aceh menjadi wilayah dengan lahan sawah terdampak terbesar dibanding dua provinsi lainnya, yakni mencapai 31.464 hektare. Proses pemulihan di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya terus dipercepat melalui pengerjaan saluran irigasi, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan.
Pemerintah berharap percepatan rehabilitasi tersebut dapat segera mengembalikan aktivitas pertanian masyarakat sehingga roda perekonomian warga terdampak bencana kembali bergerak secara bertahap.










