TVRINews – Jakarta
Otoritas Geologi melaporkan puluhan gunung api menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, memicu pembatasan penerbangan serta langkah siaga di berbagai wilayah Nusantara.
Aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan eskalasi signifikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat setidaknya 27 gunung berapi kini berada di atas tingkat aktivitas normal.
Berdasarkan data pemantauan visual serta instrumen instrumental, lima gunung api telah berstatus Level III atau Siaga menyusul rangkaian erupsi yang terjadi. Kelima gunung tersebut meliputi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Sinabung di Sumatra Utara.
Dampak letusan tersebut mulai dirasakan masyarakat luas. Sebaran abu vulkanik tidak hanya mengancam kesehatan pernapasan penduduk di sekitar lereng, tetapi juga memaksa otoritas terkait menutup sejumlah bandara serta membatalkan penerbangan demi keselamatan navigasi udara, terutama akibat aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Sementara itu, sebanyak 22 gunung api lainnya ditetapkan pada status Level II atau Waspada. Pengamatan lebih lanjut menunjukkan beberapa di antaranya mulai memperlihatkan gejala letusan, termasuk Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur yang tercatat meletus menjelang siang hari.
Daftar gunung dalam status Waspada turut mencakup Gunung Iya dan Gunung Anak Ranakah (Nusa Tenggara Timur); Gunung Awu, Gunung Lokon, Gunung Soputan, dan Gunung Karangetang (Sulawesi Utara); Gunung Banda Api (Maluku); Gunung Slamet, Gunung Bromo, dan Gunung Raung (Jawa Timur); Gunung Bur Ni Telong (Aceh); Gunung Sorikmarapi (Sumatra Utara); serta Gunung Dempo (Sumatra Selatan).
Aktivitas serupa turut terpantau pada gugusan gunung di kawasan Maluku Utara yang meliputi Gunung Dukono, Gunung Gamalama, dan Gunung Ibu. Di Nusa Tenggara Barat, pengawasan ketat diberlakukan pada Gunung Rinjani, Gunung Sangeangapi, dan Gunung Tambora. Adapun di pulau Sumatra, status waspada juga disematkan pada Gunung Kerinci di Jambi serta Gunung Marapi di Sumatra Barat.
Hingga saat ini, tim pemantau geologi terus mengevaluasi perkembangan situasi secara berkala guna memastikan langkah mitigasi darurat berjalan efektif bagi keselamatan masyarakat di zona rawan bencana.










