TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.142 ton logistik telah dikirim ke wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, logistik tersebut didistribusikan melalui dua jalur utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.
"Yang sudah terkirim ke Flores per hari ini ada 2.142 ton," kata Suharyanto saat menyampaikan laporan ke Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas, Senin, 7 September 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 1.368 ton logistik dikirim melalui Labuan Bajo. Logistik ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di empat kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Sementara itu, sebanyak 629 ton logistik masuk melalui Maumere untuk melayani tiga kabupaten, yaitu Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Suharyanto menyampaikan bahwa kondisi distribusi logistik di Flores saat ini sudah relatif terkendali. BNPB bahkan telah menutup posko logistik nasional yang sebelumnya berada di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena kebutuhan logistik sudah banyak masuk ke Flores dan tidak ada lagi penumpukan bantuan di Jakarta.
"Posko logistik nasional di Halim per hari ini juga kami tutup karena logistik-logistik juga sudah masuk banyak ke Flores, tidak ada lagi yang menumpuk di Jakarta," terangnya.
Meski posko nasional di Jakarta ditutup, Suharyanto memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak tetap berjalan. BNPB akan menyalurkan bantuan berdasarkan laporan kebutuhan dari pemerintah daerah maupun posko-posko di kabupaten dan kota terdampak.
"Setiap kebutuhan masyarakat terdampak ini tetap kami layani atas dasar laporan dari para bupati, wali kota, ataupun posko-posko kabupaten kota di masing-masing daerah terdampak," jelasnya.
Selain distribusi bantuan, BNPB mencatat kondisi penanganan gempa Flores secara umum terus mengalami perkembangan positif. Jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai 179.037 jiwa kini turun menjadi 72.864 jiwa.
Penurunan tersebut terjadi seiring warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang mulai kembali ke rumah masing-masing. Sementara warga yang rumahnya rusak berat masih mengungsi dan secara bertahap mendapatkan hunian sementara atau dana tunggu hunian.
BNPB juga menyebut kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum sudah kembali fungsional. Dengan kondisi tersebut, penanganan gempa Flores secara bertahap mulai diarahkan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.










