TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara umum sudah kembali pulih.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, hingga hari ke-24 pascabencana, sejumlah kebutuhan dasar seperti listrik, komunikasi, bahan bakar minyak (BBM), air bersih hingga transportasi sudah relatif kembali normal.
"Listrik, komunikasi, BBM, air bersih dan jalur transportasi ini relatif sudah kembali normal pulih semua," kata Suharyanto saat menyampaikan laporan ke Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas, Senin, 7 September 2026.
Menurut Suharyanto, jalur jalan nasional di wilayah terdampak juga telah kembali normal hingga tingkat kabupaten. Sementara jalur transportasi di tingkat kecamatan dan desa telah pulih secara fungsional sehingga sudah dapat dilalui dan mendukung aktivitas masyarakat.
Pemulihan juga terlihat dari layanan kesehatan dan pendidikan. Rumah sakit serta puskesmas telah kembali memberikan pelayanan, dengan sejumlah fasilitas kesehatan sebelumnya dilengkapi tenda darurat. Rumah sakit lapangan juga masih beroperasi untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Di sektor pendidikan, BNPB telah menyiapkan sekolah-sekolah darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Anak-anak terdampak gempa kini sudah dapat kembali mengikuti pembelajaran meski sebagian masih dilakukan di tenda darurat.
Kemudian, Suharyanto menyampaikan bahwa aktivitas sosial masyarakat juga mulai kembali berjalan. Pasar-pasar tradisional telah beroperasi, begitu pula kegiatan keagamaan, pernikahan dan berbagai kegiatan sosial masyarakat di wilayah Flores.
Selain pemulihan layanan dasar, jumlah warga yang masih mengungsi juga terus menurun. Saat Presiden Prabowo mengunjungi wilayah terdampak sebelumnya, jumlah pengungsi tercatat mencapai 179.037 jiwa. Kini jumlah tersebut turun menjadi 72.864 jiwa.
Warga yang masih bertahan di pengungsian mayoritas merupakan mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Pemerintah secara bertahap menyiapkan hunian sementara maupun dana tunggu hunian bagi warga tersebut.
BNPB juga mencatat sebanyak 2.142 ton logistik telah dikirim ke Flores untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Seiring distribusi yang semakin lancar, posko logistik nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, kini telah ditutup.
Meski layanan dasar mulai pulih, BNPB masih melakukan pendampingan terhadap pemerintah daerah untuk memastikan penanganan bencana berjalan hingga memasuki tahapan berikutnya.
Suharyanto menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penanganan tanggap darurat gempa Flores berjalan lancar, dan mulai beralih menuju fase rehabilitasi serta rekonstruksi.










