TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan perkembangan penanganan sektor kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas, Senin, 7 September 2026.
Budi mengatakan, sejak bencana terjadi, Kementerian Kesehatan langsung melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak. Salah satu fokus awal adalah menemukan dan menangani pasien yang mengalami luka maupun patah tulang akibat gempa.
Sebanyak sekitar 900 pasien berhasil ditemukan dan mendapatkan penanganan. Kemenkes mengerahkan sekitar 900 relawan untuk menyisir desa-desa terdampak guna menemukan warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Menurut Budi, seluruh pasien yang ditemukan tersebut telah mendapatkan penanganan, termasuk pasien yang harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi maupun perawatan lanjutan.
Kemenkes juga terus memulihkan layanan kesehatan yang terdampak. Dari total 165 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, sebagian telah kembali beroperasi dengan dukungan rumah sakit lapangan, tenda, serta berbagai fasilitas pendukung.
Namun, Budi menyebut pemulihan fasilitas kesehatan secara permanen masih membutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Anggaran tersebut mencakup perbaikan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Kami mohon bantuan Bapak Presiden untuk anggaran untuk perbaikan fasilitas kesehatan di Puskesmas 165 dan 12 rumah sakit,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui kanal YouTube Setpres, Senin, 7 September 2026.
Budi juga melaporkan kebutuhan penanganan kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik berpotensi mengganggu sistem pernapasan karena mengandung partikel yang dapat masuk ke paru-paru.
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Warga juga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari paparan abu.
Selain gangguan pernapasan dan mata, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit. Masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengenakan pakaian yang menutup tubuh saat berada di luar ruangan.
Budi menegaskan, intervensi kesehatan akan terus dilakukan bagi masyarakat yang terdampak bencana, baik akibat gempa maupun erupsi Gunung Anak Krakatau.










