TVRINews, Jakarta
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Munawar AR melontarkan peringatan keras terkait kondisi keuangan RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) yang kini dilaporkan menanggung utang hingga Rp392 miliar. Ia menyebut situasi tersebut sudah berada di titik yang mengkhawatirkan dan dapat berdampak langsung pada layanan kesehatan masyarakat Aceh.
“Kalau persoalan ini dibiarkan berlarut, yang paling dirugikan adalah masyarakat. Pelayanan bisa terganggu dan keselamatan pasien ikut terancam,” kata Munawar keterangan yang dikutip, Minggu, 10 Mei 2026.
Sorotan terhadap kondisi finansial RSUDZA muncul saat rapat Pansus LKPJ DPRA bersama Direktur RSUDZA di Ruang Serbaguna DPRA, Rabu (6/5). Dalam forum tersebut, Munawar menegaskan rumah sakit rujukan utama di Aceh itu kini berada dalam posisi “tidak stabil”.
“RSUDZA sedang menghadapi tekanan keuangan yang berat. Jika tidak ada langkah konkret, rumah sakit ini bisa kehilangan kemampuan memberikan layanan yang layak,” ujarnya.
Munawar mendesak adanya audit menyeluruh, baik dari internal maupun pihak independen, guna memastikan akar persoalan yang menyebabkan tumpukan utang semakin besar.
“Kita butuh audit total. Semua harus dibuka. Ada indikasi kesalahan pengelolaan yang membuat utang terus membengkak dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan informasi bahwa masalah arus kas terparah terjadi pada sektor obat-obatan dan bahan habis pakai medis.
“Krisis cash flow paling terasa pada pengadaan obat dan bahan medis. Jika ini bermuara pada kekosongan obat, konsekuensinya sangat fatal bagi pasien. RSUDZA adalah tumpuan seluruh daerah di Aceh,” terang anggota Badan Anggaran DPRA itu.
Munawar menilai persoalan RSUDZA bukan sekadar kekeliruan administrasi, melainkan situasi yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik.
“Ini menyangkut keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh tidak boleh pasif. Harus ada tindakan penyelamatan agar pelayanan medis tetap berjalan dan masyarakat tidak menjadi korban dari lemahnya tata kelola keuangan,” tutupnya.










