TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menegaskan pentingnya peran galeri seni sebagai ruang interaksi kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif (Ekraf) nasional. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungannya ke Tonyraka Art Gallery, Bali, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Irene Umar meninjau langsung ekosistem seni rupa di Bali yang dinilai berhasil menjembatani warisan budaya lokal dengan perkembangan seni kontemporer berstandar global. Menurutnya, ruang kreatif seperti Tonyraka Art Gallery menjadi contoh bagaimana budaya lokal tetap relevan di tengah derasnya arus modernisasi seni.

"Tonyraka Art Gallery merupakan contoh nyata bagaimana ruang kreatif di Bali mampu menjaga relevansi budaya lokal di tengah derasnya arus seni kontemporer. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa ekosistem seni rupa terus mendapatkan dukungan kebijakan yang tepat agar dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang inklusif," ujar Irene Umar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menilai kekuatan galeri tersebut terletak pada kemampuannya membuka ruang dialog antara budaya lokal Bali, praktik seni modern, hingga jaringan seni internasional. Irene juga melihat subsektor seni rupa memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga nilai ekonomi berkelanjutan.
"Kami melihat potensi besar dalam pengembangan subsektor seni rupa yang tidak hanya mengejar nilai estetika, tetapi juga nilai ekonomi yang berkelanjutan melalui instalasi seni dan karya-karya inovatif lainnya yang lahir dari seniman berbakat tanah air," ucapnya.
Selain membahas perkembangan seni rupa, Irene Umar juga menyoroti pentingnya sentuhan manusia di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Menurutnya, kecerdasan emosional dan akar budaya tetap menjadi unsur penting yang tidak dapat digantikan teknologi.
"Teknologi adalah alat, namun rasa dan karsa manusia adalah ruh yang memberikan makna pada setiap karya. Itulah mengapa kecerdasan emosional dan akar budaya kita tetap menjadi fondasi yang tak tergantikan oleh kecerdasan buatan mana pun," tuturnya.
Didirikan oleh Tony Raka, Tonyraka Art Gallery berkembang menjadi pusat interaksi kreatif di Ubud yang menghubungkan seni tradisional Bali dengan perkembangan seni rupa nasional dan internasional melalui berbagai medium karya, mulai dari lukisan, patung, seni instalasi, hingga mixed media art.










