TVRINews, Solok
Program Sahabat Literasi berhasil mendongkrak minat baca siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kehadiran kelompok siswa penggerak literasi dan optimalisasi fungsi perpustakaan ini membuat antusiasme membaca siswa meningkat pesat, bahkan ada yang mampu menyelesaikan membaca satu novel dalam sehari.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk menghidupkan budaya literasi di lingkungan Sekolah Rakyat. Melalui program ini, siswa tidak hanya diajak membaca tetapi juga dilibatkan langsung dalam pengelolaan perpustakaan.
“Sejak ada perpustakaan dan Sahabat Literasi yang menggerakkan minat baca mereka, alhamdulillah minat bacanya meningkat,” kata Guru sekaligus Kepala Perpustakaan Enno Aulia Fitri di SRMP 5 Solok, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, Sabtu, 5 September 2026.
Enno menjelaskan bahwa para anggota Sahabat Literasi bertugas membantu pengelolaan buku serta aktif mengajak teman sebaya mengunjungi perpustakaan dan memberikan rekomendasi bacaan.

Salah satu anggota Sahabat Literasi, Alvino (14), mengungkapkan bahwa dirinya rutin merapikan perpustakaan dan menjalankan piket untuk mendampingi teman-temannya membaca.
“Yang pertama merapikan buku, yang kedua mengajak teman-teman Sekolah Rakyat untuk membaca buku di perpustakaan,” kata Alvino.
“Kalau melihatnya rapi itu bagus dipandang, untuk mengajak teman-teman supaya tidak malas membaca,” ujarnya.
Kegiatan literasi di SRMP 5 Solok diisi dengan program rutin setiap hari Kamis, seperti morning literacy, mendongeng, dan menulis cerita pendek. Melalui morning literacy, anggota Sahabat Literasi menyiapkan buku-buku pilihan yang akan dibaca oleh para siswa di dalam kelas.
Dampak dari gerakan ini terlihat dari kebiasaan membaca siswa yang semakin erat, terutama pada jenis buku fiksi seperti novel dan komik.
“Bahkan mereka ada yang satu novel itu sehari selesai. Kalau sudah selesai, mereka bisa kembalikan lagi terus pinjam yang baru,” kata Enno.
Peningkatan budaya membaca ini juga didukung oleh kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan gawai, sehingga siswa memilih membaca atau berolahraga saat waktu luang.
Perpustakaan SRMP 5 Solok beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga sore hari dengan koleksi buku terkurasi hasil dukungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan perpustakaan daerah. Setiap siswa diperbolehkan meminjam maksimal tiga buku selama empat hari.
Enno berharap kehadiran Sahabat Literasi dapat terus menjadikan perpustakaan sebagai sarana belajar yang ramah dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
“Perpustakaan itu bukan suatu tempat yang bikin suntuk, tapi tempat yang bikin happy,” katanya.










