TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mendorong Toadore Festival Vol. III menjadi pintu masuk pengembangan konsep creative trip ke Kota Tidore Kepulauan.
Irene mengatakan, festival yang digagas mahasiswa asal Tidore di Yogyakarta tersebut dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi panitia Toadore Festival Vol. III di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

"Buat aku ini inisiatif dari mahasiswa yang bagus. Ini dapat menjadi perpanjangan tangan daripada kotanya atau desanya masing-masing. Festival ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk menciptakan creative trip ke Tidore. Creative trip itu memberikan nilai tambah karena membuat orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Irene, konsep creative trip merupakan pendekatan baru dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis daerah. Wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi juga memperoleh pengalaman autentik melalui interaksi dengan budaya lokal dan para pelaku ekonomi kreatif.
Ia menilai pendekatan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena mendorong aktivitas masyarakat serta membuka peluang pasar bagi produk-produk kreatif daerah.
Toadore Festival Vol. III akan digelar pada 15–17 Oktober 2026 di Amphitheater Teras Beskalan, Teras Malioboro 1, Yogyakarta, dengan mengusung tema "Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya."
Festival akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari Seminar Nasional Ekonomi Kreatif (Kalesang Kota), Panggung Seni Nusantara, Talkshow Gosip Kreatif, hingga Pasar Panen UMKM Nusantara yang menampilkan beragam produk ekonomi kreatif, seperti kuliner, kriya, dan fesyen.
Sementara itu, Steering Committee Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando, mengatakan festival ini rutin diselenggarakan sejak 2023. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan dilakukan karena kota tersebut menjadi ruang pertemuan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
"Melalui tema Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya, kami ingin menghadirkan budaya Tidore sebagai bagian dari keberagaman Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas," kata Fando.
Melalui dukungan terhadap Toadore Festival, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap promosi budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, sehingga mampu menarik kunjungan wisata berbasis pengalaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Tidore Kepulauan.









