TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis dalam 18 bulan pertama masa pemerintahannya. Hal itu disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Sidang tersebut menjadi Sidang Kabinet Paripurna pertama dalam sekitar empat bulan terakhir sejak pertemuan sebelumnya pada 13 Maret 2026.
Rapat dihadiri seluruh menteri, wakil menteri, kepala badan, wakil kepala badan, serta sejumlah pimpinan lembaga negara, di antaranya Kapolri, Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dan Jaksa Agung.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengatakan sidang digelar sebagai momentum evaluasi kinerja pemerintah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memasuki tahun kedua masa pemerintahannya.
Menurut Kepala Negara, selama hampir dua tahun terakhir pemerintah bekerja dalam situasi global yang penuh tantangan, namun tetap mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini membebani negara.
"Kita telah bekerja dengan sangat keras, sangat padat, dan sangat cepat. Kadang-kadang karena kita bekerja sangat keras, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai," ujar Presiden Prabowo, Selasa, 20 Juli 2026.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah tidak dibentuk untuk mencari kesalahan pemerintahan sebelumnya, melainkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, lapangan kerja, hingga ketimpangan sosial.
Ia mengungkapkan pemerintah juga menemukan berbagai distorsi dalam perekonomian nasional, termasuk praktik penyelundupan, under-invoicing, transfer pricing, serta kebocoran kekayaan negara yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar Amerika Serikat setiap tahun.
Menurutnya, praktik-praktik tersebut menjadi salah satu penyebab berbagai persoalan ekonomi yang selama ini dihadapi Indonesia.
"Kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah. Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," kata Presiden Prabowo.
Meski menghadapi tantangan besar, Presiden Prabowo mengklaim pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari 108 persoalan strategis dalam kurun waktu sekitar 18 bulan.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah tetap rendah hati, tetapi tidak ragu mengakui capaian yang telah diraih sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras bangsa sendiri.
"Kalau kita berprestasi, kita harus akui bahwa kita berprestasi. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri," ucap Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan ketahanan pangan menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Menurutnya, keberhasilan sebuah negara pertama-tama diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
Presiden juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan.
"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan," tutur Presiden Prabowo.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap menjalankan berbagai program prioritas yang berpihak kepada masyarakat dengan berlandaskan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta semangat mewujudkan kesejahteraan rakyat.










