TVRINews, Jakarta
Pemerintah Matangkan Layanan Medis Darurat di Wilayah Terpencil Indonesia
TNI Angkatan Udara menyiapkan delapan unit alutsista, yang terdiri dari lima helikopter dan tiga pesawat terbang, guna mendukung program ambulans udara nasional di daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat evakuasi medis di kawasan terisolasi.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, mengonfirmasi bahwa armada yang disiagakan mencakup lima helikopter jenis EC-120B Colibri serta tiga unit pesawat Casa C-212. Seluruh sarana udara tersebut nantinya akan ditempatkan di tiga zona utama, yakni wilayah Indonesia bagian barat, Indonesia bagian timur, serta Papua.
"Pembahasan kerja sama antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan masih berlangsung untuk mematangkan mekanisme pelaksanaan program," ujar Feri saat memberikan keterangan resmi, Sabtu 31 Oktober 2026.
Dalam skema kerja sama antarkementerian tersebut, Kementerian Pertahanan bertanggung jawab melengkapi armada udara dengan fasilitas medis pendukung berstandar full life support.
Peralatan yang disematkan meliputi ventilator, monitor pasien, alat kejut jantung (defibrillator), pompa infus, tabung oksigen, penyedot cairan (suction), hingga tandu dan tas medis darurat. Kehadiran perlengkapan ini dirancang untuk memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan intensif selama proses perpindahan menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Inisiatif strategis ini mengemuka setelah Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan helikopter EC-120B Colibri di Skadron Udara 7 pada Selasa 27 Oktober lalu . Armada helikopter yang berbasis di Skadron Udara 7 Wing Udara 2.2 Grup 2 Heli serta Skadron Pendidikan 105 Wing Pendidikan 100/Terbang kini berada dalam status siaga.
TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemangku kepentingan terkait guna menyukseskan program pelayanan kesehatan nasional. Operasional ambulans udara ini diharapkan mampu menjadi solusi atas hambatan geografis yang kerap menyulitkan proses evakuasi medis cepat di wilayah-wilayah periferi Nusantara.










