TVRINews, Jakarta
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat sinergi program pembangunan di bidang ketenagakerjaan, kepemudaan, dan keolahragaan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Yassierli menjelaskan nota kesepahaman tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup kerja sama.
Di antaranya peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM, fasilitasi peningkatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi, hingga kolaborasi penggunaan sarana dan prasarana.
“Ruang lingkupnya adalah peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM, fasilitasi peningkatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja, penyediaan pertukaran dan pemanfaatan data informasi, dan terakhir tentu kolaborasi pemanfaatan sarana dan prasarana,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, kerja sama kedua kementerian penting karena sebagian besar dari sekitar 155 juta angkatan kerja Indonesia berasal dari kalangan pemuda. Kondisi tersebut membuat program ketenagakerjaan dan kepemudaan perlu berjalan beriringan.
“Artinya sudah seharusnya program kerja Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersinergi,” kata Yassierli.
Yassierli menambahkan kolaborasi tersebut sejalan dengan amanat Pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Terlebih, pemuda merupakan calon pemimpin bangsa yang perlu mendapat dukungan untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya.
“Apalagi pemuda adalah calon pemimpin bangsa. Harapan dan mimpi mereka ini harus kita wujudkan,” ucap Yassierli.
Ia menjelaskan Kemnaker memiliki sejumlah program strategis untuk mendukung pembangunan ketenagakerjaan, antara lain program magang untuk mempercepat penyiapan SDM, pelatihan vokasi, serta program bagi penyandang disabilitas.
Melalui kerja sama dengan Kemenpora, program-program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan muda.
“Kami dengan senang hati akan menerima kolaborasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta semua jejaringnya. Mimpi kita ingin bangsa ini kuat, talenta-talenta unggul hadir, pemuda-pemuda harapan bangsa memiliki skill, produktivitas yang tinggi,” tutur Yassierli.
Ia berharap penandatanganan MoU tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pelaksanaan program bersama.
“Insyaallah dengan adanya penandatanganan ini akan menjadi momentum untuk kita bisa bergerak lebih cepat lagi,” ujar Yassierli.
Sementara, Menpora Erick Thohir mengatakan Kemenpora ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memaksimalkan pelayanan kepemudaan.
Salah satu fokusnya adalah membuka akses peluang kerja bagi pemuda, yang menurutnya masih menjadi salah satu persoalan dalam pembangunan kepemudaan.
“Kami bersinergi. Insyaallah anak-anak muda yang sedang mencari informasi magang akan dimudahkan dengan adanya MoU ini,” kata Erick.










