TVRINews, Jakarta
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo mengungkapkan bahwa proses pendaftaran yang dibuka telah dilakukan secara terperinci dan berdasarkan aturan main yang berdasarkan undang-undang sampai peraturan yang pernah dilakukan di dalam proses pemilihan dalam proses seleksi.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait dengan Pembukaan Pendaftaran dan Jadwal Tahapan Seleksi Calon Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Periode 2024-2028 di kantor Kompolnas, Jakarta, Rabu 26 Juni 2024.
"Jadi kami memulai dengan menyusun tahapannya karena kita dibatasi oleh waktu. Kompolnas yang sekarang itu selesai bertugas 11 Agustus tahun ini. Artinya harus selesai sebelum 11 Agustus. Yang kedua kami ingin menjaring partisipasi publik yang seluas-luasnya," ucap Prof Hermawan kepada awak media termasuk tvrinews.com di Jakarta, Rabu.
Baca Juga: Seleksi Calon Anggota Periode 2024-2028 Dibuka, Berikut Tahapannya
Pada kesempatan tersebut, Ia mengungkapkan bahwa saat ini Pansel telah memberikan terkait keterangan dari Tahapan yang akan dimulai pada esok hari yakni Kamis, 27 Juni 2024. Proses pendaftaran tersebut turut dibuka secara online.
"Silahkan buka siapa saja yang memenuhi syarat-syarat dan ketentuan di dalam aturan yang kami sosialisasi kan ke ruang publik, silakan mendaftar ya," ucapnya.
Lebih jauh, Ia turut mengatakan bahwa tahapan selanjutnya akan dilakukan proses seleksi berkas administrasi yang nantinya akan dilanjutkan pada proses tahapan Tes Tertulis, Tes Kesehatan hingga Tea Kejiwaan.
"Lalu tes kesehatan jasmani, kemudian ada tahap tes assesment dan potensi akademik. Berikutnya ada tes wawancara, lalu ada pengumuman hasil akhir lalu penyerahan 12 nama calon anggota kompolnas," tambahnya.
Baca Juga: Polisi Deteksi ada 3 Orang Lainnya Terkait Kasus Ibu Muda Tega Lecehkan Anak Kandungnya
Nantinya Pansel akan menentukan serta menyerahkan 12 nama Calon Anggota yang kemudian akan dipilih sebanyak 6 nama oleh Presiden RI Joko Widodo.
"Jadi prosesnya cukup panjang tapi kami perpendek, harus kerja keras dan kerja keras itu akan berbuah jika sebanyak mungkin warga masyarakat yang berminat untuk memperbaiki kepolisian Indonesia, berminat untuk memperbaiki masa depan republik ini, berbondong-bondong lah mendaftar," pungkasnya.
"Kami sangat menyarankan jangan hanya protes protes di sosmed, celometan, ini ada peluang untuk membantu perbaiki bangsa ini melalui keanggotaan di kompolnas," tandasnya.










