TVRINews, Palangkaraya
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Provinsi Kalimantan Tengah. Peresmian yang mencakup 72 satuan pendidikan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Revitalisasi tersebut menyasar 44 SMA, 14 SMK, dan 14 SLB yang merupakan SKH di wilayah Kalimantan Tengah. Peresmian dipusatkan di SKH Negeri 2 Palangka Raya dan diikuti secara daring oleh berbagai satuan pendidikan di daerah tersebut sebagai bukti komitmen pemerataan layanan pendidikan berkualitas.
Wamen Fajar menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah berdedikasi mendampingi peserta didik. Ia menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan dukungan nyata dari pemerintah untuk memperkuat kapasitas sekolah.
“Kami tentunya berharap bantuan revitalisasi dari Bapak Presiden Prabowo ini bisa menyemangati para guru dan tenaga pendidikan dalam mendidik anak-anak kita. Dan kami berterima kasih atas nama pemerintah untuk pengabdian para guru mendampingi putra-putri kita,” ujar Wamen Fajar dalam keterangannya dikutip pada Senin, 4 Mei 2026.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Wamen Fajar mengajak para guru untuk terus menjaga semangat pengabdian sebagai bagian dari ibadah kepada masyarakat dan negara.
“Ini adalah hari kita bersama, hari pendidikan, dan semoga para guru juga mendapatkan keberkahan. Apa yang para guru kerjakan adalah bagian dari ibadah dan pengabdian bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Program revitalisasi ini meliputi pembangunan ruang kelas, laboratorium, ruang praktik siswa, perpustakaan, hingga sarana sanitasi. Dengan fasilitas yang lebih layak, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi siswa.
Kepala SMKN 5 Palangka Raya, Noormalina Martina, mengungkapkan bahwa sebelum adanya revitalisasi, kondisi fisik bangunan sekolah seringkali mengganggu kegiatan belajar mengajar. Namun, saat ini kondisi tersebut telah berubah signifikan.
“Sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sempat mengganggu pembelajaran. Sekarang pembelajaran berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai jadwal,” jelas Noormalina.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Muhammad Saifullah, menyebut fasilitas baru seperti laboratorium komputer dan ruang bimbingan konseling sangat membantu siswa dalam merencanakan masa depan mereka.
Menutup arahannya, Wamen Fajar berpesan agar seluruh warga sekolah menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Sekali lagi terima kasih atas pengabdian para guru. Kami titip setiap sekolah yang sudah diperbaiki untuk terus dirawat dan dijaga. Setiap ada kerusakan jangan dibiarkan, segera diperbaiki,” pesannya.










