TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif (Ekraf), sekaligus memperluas akses usaha dan penyerapan tenaga kerja.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin dalam konferensi pers usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait progres pelaksanaan program prioritas UMKM dan ekonomi kreatif di M Bloc Space, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, KUR memiliki kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di berbagai sektor. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memperkuat peran KUR agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.
"Dengan KUR yang berjalan baik, itu akan membuka lapangan pekerjaan baru dan menumbuhkembangkan pelaku usaha," ujar Muhaimin kepada wartawan termasuk tvrinews.com di M Bloc Space, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menambahkan, dalam lima tahun ke depan pemerintah menargetkan sekitar 10 juta penduduk dapat lebih mudah berusaha serta memperoleh pekerjaan yang layak.
"Insya Allah kita 10 juta penduduk dalam 5 tahun ke depan ini, bisa berusaha dengan mudah, mendapatkan pekerjaan yang baik," ucapnya.
Karena itu, sektor UMKM dan ekonomi kreatif terus didorong menjadi motor utama dalam perekrutan tenaga kerja.
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian untuk memastikan akses permodalan, termasuk KUR, dapat menjangkau lebih luas pelaku usaha, baik di perkotaan maupun di daerah.
"Tadi koordinasi potensi ekonomi kreatif di desa. Baik potensi pariwisata, potensi ekonomi kreatif di desa, akan menjadi terus konsentrasi kerja kita, termasuk ekonomi kreatif di desa," tuturnya.
Selain itu, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif juga diarahkan agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan. Pemerintah akan terus bekerja untuk memastikan pelaku usaha memiliki daya tahan sekaligus daya saing yang lebih baik.
"Kita akan terus kolaborasi berbagai pihak, terutama kita berharap kementerian-kementerian di tingkat pusat menggerakkan pelaku dan akses permodalan yang baik," imbuhnya.










