TVRINews, Nabire
Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Papua Tengah diperluas secara bertahap dengan menempatkan kesiapan wilayah dan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.
Upaya penguatan ekonomi desa tersebut kini memasuki tahap pendataan dan verifikasi terhadap tujuh calon lokasi baru yang tersebar di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika.
Dari total tujuh lokasi baru tersebut, empat titik berada di wilayah Kabupaten Nabire dan tiga titik lainnya berlokasi di Kabupaten Mimika.
Kepala Seksi Teritorial Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa menjelaskan bahwa pendataan cermat diperlukan agar keberadaan kelembagaan ekonomi desa tersebut dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
“Pihaknya sudah mendata ada empat titik calon KDMP dan di Timika tiga titik calon KDMP,” kata Fajar di Nabire, Minggu 27 September 2026.
Fajar menegaskan bahwa meskipun konsep ideal mengarahkan satu KDMP untuk satu desa, pemetaan skala prioritas tetap mengacu pada kerapatan populasi dan dukungan fasilitas penunjang.
“Karena sebetulnya satu desa itu ada satu KDMP. Tapi kita lihat dulu situasi penduduknya, harus minimal 500 KK. Kita utamakan mungkin di daerah-daerah yang padat penduduknya terlebih dahulu,” jelasnya.
Selain kriteria jumlah penduduk minimal 500 kepala keluarga, lokasi yang diajukan harus memenuhi kelayakan teknis berupa ketersediaan lahan seluas minimal 600 meter persegi serta pasokan daya listrik sekurang-kurangnya 5.500 watt.
Sebelumnya, sebanyak enam unit KDMP telah rampung dibangun di Papua Tengah, mencakup empat lokasi di Nabire dan dua lokasi di Mimika.
Sementara itu, tiga titik lokasi tambahan lainnya di Kabupaten Nabire saat ini telah mencatatkan progres pembangunan fisik mencapai lebih dari 95 persen.
Langkah perluasan secara terukur ini diharapkan dapat memperkokoh ketahanan ekonomi warga desa sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas perdagangan lokal di wilayah Papua Tengah.










