TVRINews - Jakarta
Kepala Lemhannas menekankan pentingnya institusi pesantren sebagai pilar strategis pembangunan karakter dan ketahanan moral bangsa di tengah dinamika global.
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menegaskan bahwa ketahanan bangsa berakar kuat pada integritas moral yang ditempa di dalam institusi pendidikan pesantren, yang kini semakin relevan dalam menjawab tantangan zaman dan menjaga stabilitas negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum penganugerahan lulusan perguruan tinggi ke 27 Universitas Darunnajah di Jakarta, yang dihadiri oleh Gubernur Lemhannas Dr. Ace Hasan Sadzily.
Kehadiran pejabat tinggi negara ini menegaskan pengakuan atas kontribusi signifikan sistem pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dalam melahirkan sumber daya manusia yang berdaya tahan tinggi, disiplin, serta berwawasan global.
Dalam pandangan pimpinan institusi pendidikan tinggi penyelenggara, K.H. Hadiyanto Arief, ketahanan nasional tidak dapat dilepaskan dari kokohnya fondasi moral masyarakat.
Menurutnya, pesantren terbukti menjadi benteng pertahanan karakter yang mandiri dan tidak mudah goyah oleh kepentingan jangka pendek maupun instabilitas eksternal.

"Kehadiran seorang santri di posisi strategis penjaga ketahanan nasional menjadi bukti nyata bahwa kokohnya pesantren adalah bagian integral dari kokohnya ketahanan negeri itu sendiri," ujar K.H. Hadiyanto Arief dikutip minggu 27 September 2026.
Pendekatan pendidikan yang memadukan penguasaan ilmu pengetahuan modern dengan kedisiplinan mental dan etika spiritual terbukti mampu menghasilkan lulusan yang adaptif.
Integrasi kemampuan literasi global, seperti penguasaan bahasa asing serta penguatan moral, menjadi instrumen penting bagi generasi muda untuk berkontribusi di kancah internasional tanpa kehilangan akar budaya bangsa.
Pimpinan universitas, Assoc. Prof. Dr. Much Hasan Darojat, menambahkan bahwa tradisi keilmuan yang berakar kuat dari pesantren besar di Indonesia terus diadaptasi ke dalam jenjang pendidikan tinggi guna menjawab kebutuhan masyarakat modern yang dinamis.
Dengan dilepasnya ratusan lulusan baru ke tengah masyarakat, pengelola institusi berharap para sarjana tersebut mampu mengemban tanggung jawab sosial, menjunjung tinggi integritas, serta menjadi motor penggerak pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
Model pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual ini dinilai kian mendesak untuk diterapkan secara luas demi memperkuat ketahanan nasional di masa depan.










