TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi film Pasukan 1000 Janda produksi Manara Films yang mengangkat kisah perjuangan Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee dari Aceh.
Menurutnya, narasi sejarah bangsa memiliki potensi besar menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan industri ekonomi kreatif nasional. Film yang berlatar Aceh pada 1599 ini dinilai menjadi bukti bahwa sejarah dan kekayaan intelektual bangsa dapat diolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai kultural sekaligus ekonomi.

"Film ini merupakan wujud kreativitas dalam mengangkat sejarah bangsa melalui medium sinema sekaligus memperkaya perspektif kita dalam memaknai perjalanan sejarah Indonesia. Kehadiran Pasukan 1000 Janda menunjukkan bahwa sejarah dan kekayaan intelektual bangsa merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah habis bagi industri ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Rabu, 4 November 2026.
Kemudian ia menegaskan, film tidak hanya berfungsi sebagai medium hiburan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pewarisan nilai, diplomasi budaya, dan penguatan identitas bangsa.
Kementerian Ekraf memandang pengangkatan sejarah dan kekayaan budaya melalui film sebagai peluang untuk memperkaya keragaman narasi dalam industri kreatif Indonesia. Selain menghadirkan perspektif khas Indonesia, karya berbasis sejarah juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi turunan serta memperkenalkan tokoh dan warisan budaya nasional kepada khalayak global.
Riefky berharap, film Pasukan 1000 Janda dapat turut merawat ingatan sejarah dan menghidupkan narasi kebangsaan melalui karya kreatif yang bermakna.
"Kami berharap film ini dapat turut merawat ingatan sejarah, menghidupkan narasi kebangsaan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menceritakan sejarahnya kepada dunia melalui karya kreatif yang bermakna," tuturnya.
Film yang disutradarai Archie Hekagery tersebut mengisahkan perjuangan Laksamana Malahayati dalam memimpin pasukan Inong Balee, kelompok perempuan yang kehilangan suami akibat peperangan, untuk menghadapi ancaman invasi Belanda di bawah pimpinan Cornelis.
Melalui keberanian, strategi, dan semangat pantang menyerah, film ini menampilkan peran perempuan Aceh dalam mempertahankan tanah air.
Sementara itu, produser Pasukan 1000 Janda, Yuda Wirafianto, menyampaikan bahwa film tersebut dihadirkan tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana bagi generasi penerus untuk mengenal sosok pahlawan Laksamana Malahayati.
Manara Films berharap film ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia dan memberikan pengalaman baru dalam menikmati karya sinema yang mengangkat sejarah bangsa.









