TVRINews, Jawa Tengah
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong pesantren untuk mengembangkan usaha kopi sebagai salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Pengembangan usaha berbasis potensi lokal tersebut dinilai mampu membuka sumber penghasilan baru sekaligus memperluas kegiatan ekonomi produktif di kawasan perdesaan.
Muhaimin menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren: Model Pengembangan Usaha Kopi Berbasis Pesantren di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Selasa, 3 November 2026.
Muhaimin mengapresiasi komitmen Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat, termasuk mempersiapkan santri agar memiliki kemampuan dan kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.
"Saya sangat bersyukur dan bangga atas apa yang disampaikan oleh Kiai Sholahudin Masruri tadi, bahwa pesantren ini telah dan akan terus merintis pemberdayaan masyarakat," kata Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Rabu, 4 November 2026.
Ia menegaskan, pemberdayaan yang dilakukan pesantren tidak hanya menyasar masyarakat di lingkungan sekitar, tetapi juga para santri sebagai generasi yang perlu dibekali keterampilan untuk menghadapi masa depan.
"Bukan hanya bagi masyarakat di sekitar pesantren, tetapi juga menyiapkan anak-anak didik santrinya agar siap menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri ketika lulus nanti, ucapnya.
Menurut Muhaimin, pesantren perlu mengintegrasikan pendidikan agama dengan penguatan kapasitas dan keterampilan praktis. Dengan demikian, santri tidak hanya memperoleh bekal keagamaan, tetapi juga kemampuan untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi ekonomi di tengah masyarakat.
Kemudian, Muhaimin juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda yang memberikan pendidikan gratis kepada hampir 500 santri dari berbagai latar belakang. Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, pembinaan, serta pemberdayaan masyarakat.
"Al Hikmah 2 ini adalah salah satu contoh dari ribuan pesantren yang sejak awal memang memiliki komitmen pada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan, sekaligus menyiapkan masa depan anak-anak didik para santri," tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, K.H. Sholahudin Masruri, menjelaskan bahwa pengembangan usaha kopi berawal dari ketertarikannya terhadap komoditas tersebut pada 2017. Dari pengalaman itu, ia mulai mengenal masyarakat di kawasan pegunungan dan melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pendampingan sektor pertanian.
Sholahudin mengatakan, pesantren berupaya mendorong masyarakat agar berkontribusi dalam berbagai sektor produktif, mulai dari perikanan, peternakan, hingga pertanian.
"Pesantren kami mencoba menggiring masyarakat untuk bisa berkontribusi tinggi di bidang perekonomian, baik di perikanan, peternakan, ataupun pertanian," ungkap Sholahudin.
Selain mengembangkan kopi, Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda juga mengembangkan budidaya melon dan perikanan. Pesantren turut mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia, termasuk tanah wakaf, untuk kegiatan pertanian produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Upaya pemberdayaan tersebut juga terintegrasi dengan pendidikan pesantren melalui penerapan kurikulum kreatif yang membekali santri dengan keterampilan praktis, seperti perikanan, tata busana, dan pengelasan.
Melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, Kemenko PM berharap pesantren dapat semakin berperan dalam membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.









