TVRINews - Jakarta
Terobosan Baru Penanganan Karhutla: Pengujian Teknologi Drone dan Formula Singkong di Lahan Gambut
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersiap menerjunkan teknologi pesawat nirawak (drone) dalam operasi modifikasi cuaca di Kalimantan pada Kamis 5 November 2026 besok, sebagai upaya modernisasi mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut.
Selain rekayasa cuaca via udara, lembaga riset milik negara ini juga mengonfirmasi pengujian formula bahan pemadam berbasis pati singkong yang dipadukan dengan senyawa ammonium polyphosphate (APP). Inovasi tersebut dirancang khusus untuk memadamkan titik api tersembunyi yang merambat di bawah permukaan lahan gambut.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengonfirmasi keberadaan dua fokus pengujian teknologi mitigasi bencana tersebut saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 November 2026.
"Tanggal 5 nanti di Kalimantan, kita akan coba gunakan Dumakron," ujar Arif terkait rencana penyemaian awan melalui udara.
Pengujian modifikasi cuaca tersebut bakal memanfaatkan serbuk halus berbasis garam yang dinamakan Dumakron. Berbeda dari metode konvensional yang bergantung pada pesawat berawak, serbuk berukuran dua mikron ini memungkinkan redistribusi material semai dilakukan secara presisi mengunakan armada drone.
Metode penyemaian udara ini ditargetkan mampu meningkatkan presisi pembentukan awan hujan di kawasan krisis karhutla secara lebih efisien.
Di saat bersamaan, BRIN menaruh perhatian khusus pada dinamika kebakaran bawah tanah (underground fire) pada ekosistem gambut. Karakteristik api gambut yang acap kali terus membara di balik lapisan tanah menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan karhutla nasional.
Guna mengatasi hambatan teknis penanganan darat tersebut, penggunaan kombinasi pati singkong dan APP diharapkan sanggup melapisi serta menghentikan suplai pembakaran pada struktur tanah gambut, sekaligus meminimalkan risiko munculnya kembali titik api (re-ignition).
"Uji coba pemanfaatan singkong dan APP untuk bisa memadamkan api yang ada di dalam tanah. Itu yang sekarang dilakukan," tutur Arif menjelaskan fokus pemadaman bawah tanah.
Meski demikian, BRIN belum mendetailkan alokasi armada drone yang dikerahkan maupun titik koordinat pasti pengujian lapangan di Kalimantan. Pelaksanaan uji coba pada 5 November ini menjadi fase krusial dalam mengukur efektivitas integrasi teknologi udara dan material organik skala besar sebelum diimplementasikan secara komersial dalam skema mitigasi bencana nasional.









