TVRINews, Toba
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak Institut Teknologi Del (IT Del) memperkuat kapasitas riset dan inovasi sebagai langkah membangun perguruan tinggi yang unggul sekaligus mendorong daya saing Indonesia menuju negara maju.
Pesan tersebut disampaikan Brian saat menyampaikan orasi ilmiah pada pengukuhan mahasiswa baru IT Del Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan 25 tahun berdirinya Institut Teknologi Del.
Brian mengatakan visi IT Del sebagai lembaga riset unggul merupakan langkah yang relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi sumber daya nasional.
Ia mencontohkan kopi dari dataran tinggi Sumatera Utara yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi setelah diolah menjadi produk jadi. Menurut Brian, selisih nilai ekonomi tersebut lahir dari penguasaan teknologi dan inovasi.
“Kampus sesungguhnya adalah tempat diproduksinya sains, teknologi, dan inovasi. Di sanalah nilai tambah itu diciptakan,” ujar Brian dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 27 September 2026.
Pada kesempatan tersebut, Brian juga menyoroti tantangan Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Ia menyebut salah satu indikator penting adalah jumlah peneliti yang masih tertinggal dibandingkan negara berpenghasilan tinggi.
Data yang dipaparkannya menunjukkan negara maju memiliki sekitar 4.100 peneliti per satu juta penduduk, sedangkan negara berpenghasilan menengah masih berada di bawah 1.000 peneliti per satu juta penduduk.
“Kalau kita ingin naik kelas menjadi negara maju, kapasitas riset dan jumlah peneliti harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Selain memperkuat riset, Brian menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi faktor penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Dampak penelitian baru benar-benar terasa ketika ada orang di luar kampus yang hidupnya berubah karena penemuan yang kita hasilkan,” katanya.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Del Arnaldo Marulitua Sinaga menyampaikan bahwa IT Del menerima 431 mahasiswa baru pada 2026 yang tersebar di 10 program studi.
IT Del juga menerima 30 mahasiswa dari Tolikara, Papua Pegunungan, serta 10 mahasiswa dari Morowali Utara melalui Program Studi Teknik Metalurgi yang dikembangkan bersama CNGR untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di sektor industri metalurgi.
Arnaldo mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar melalui perkuliahan, laboratorium, penelitian, organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat agar mampu berkolaborasi, berkontribusi, dan menciptakan dampak nyata bagi bangsa.










