TVRINews, Jakarta
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan jika penanganan persoalan Papua harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan memadukan operasi keamanan dan pendekatan teritorial guna mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia juga mengatakan jika penanganan terhadap kelompok separatis tetap menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.
“OPM ini kan separatis, harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” ujar Agus pada Minggu, 27 September 2026.
Kendati demikian, ia juga menekankan jika penyelesaian persoalan Papua tidak dapat dibebankan kepada TNI semata. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat diperlukan agar penanganan berjalan secara menyeluruh.
“Penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI, nanti kekerasan,” katanya.
Selain menjalankan operasi keamanan, katanya TNI terus mengintensifkan operasi teritorial di berbagai wilayah Papua. Program tersebut mencakup pembangunan gereja, penyediaan sumur bor untuk akses air bersih, rehabilitasi sekolah, pelayanan kesehatan, hingga penugasan prajurit untuk mengajar di daerah terpencil.
Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan di Papua agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebelumnya, pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama-Derakma Egianus Kogoya bersama Komandan Operasi Mayor Belia Kogeya menyampaikan protes terhadap penggunaan pesawat Super Tucano oleh TNI dalam operasi militer di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Dalam keterangannya, TPNPB-OPM mengklaim serangan bom dan tembakan dari pesawat tersebut menyebabkan enam anggotanya terluka. Kelompok itu juga mendesak TNI menghentikan penggunaan pesawat tempur, helikopter, dan drone karena dinilai berpotensi berdampak terhadap permukiman warga sipil di sekitar wilayah konflik.
Hingga kini, klaim TPNPB-OPM mengenai korban maupun sasaran operasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.










