TVRINews, Surakarta
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi di tingkat global.
Melalui WIG, Kemenpar mendorong gastronomi sebagai salah satu daya tarik utama bagi quality tourism, membuka peluang yang lebih luas bagi chef dan profesional kuliner Indonesia, sekaligus membangun gastronomi Indonesia sebagai ekspresi budaya yang memiliki nilai dan daya saing global.
“Wonderful Indonesia Gastronomy adalah pesan yang ingin terus kami bawa kepada dunia: bahwa kekayaan gastronomi Indonesia berangkat dari tradisi, masyarakat, dan identitas lokal, kemudian tumbuh untuk memperoleh pengakuan di tingkat internasional,” kata Widiyanti, dikutip dari siaran persnya, Minggu, 27 September 2026.
Widiyanti menjelaskan pemilihan Solo dan Yogyakarta tidak terlepas dari kekuatan keduanya sebagai bagian dari jantung kebudayaan Jawa, tempat tradisi dan kehidupan sehari-hari masih memiliki hubungan yang sangat erat.
Menurutnya, di Jawa, tradisi keraton, kerajinan, pasar, warung, hingga kreativitas kontemporer tidak berdiri sendiri, tetapi hidup berdampingan dan terus berkembang bersama masyarakat.
Widiyanti menuturkan bahwa makanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem tersebut.
“Cara makanan disiapkan, disajikan, dibagikan, dan diterima membawa memori, tata nilai, identitas, serta rasa keterikatan terhadap suatu tempat. Inilah yang ingin kami hadirkan melalui Wonderful Indonesia Gastronomy tahun ini,” ujarnya.
Rangkaian utama WIG 2026 berlangsung pada 26 September hingga 4 Oktober 2026 di Solo dan Yogyakarta. Kegiatan tersebut antara lain meliputi WIG Talks and Forum, Artisan Market, Culinary Festival, Indonesia Restaurant Months, serta kolaborasi antarkoki.
Kemenpar juga mengundang 18 perwakilan media dan tastemakers, termasuk 13 peserta internasional dari sejumlah media dan lembaga gastronomi seperti Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International.
Penyelenggaraan WIG 2026 berlangsung di tengah meningkatnya pengakuan internasional terhadap gastronomi Indonesia. Indonesia memperoleh New Destination Champion Award 2026 dari La Liste. Sementara itu, dua restoran Indonesia, August dan Locavore NXT, mencatat peningkatan posisi dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026.
Widiyanti berharap perjalanan WIG dapat berlanjut ke Sumatra Barat yang juga memiliki kekayaan kuliner dan budaya. Menurutnya, tujuan akhir WIG bukan semata-mata mengejar pengakuan internasional, tetapi menjadikan gastronomi sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat di daerah asalnya.
“Kami ingin menjadikan gastronomi sebagai alasan untuk melakukan perjalanan, mengubah pengakuan menjadi peluang, dan memastikan ketika gastronomi Indonesia menjangkau dunia, manfaatnya kembali kepada masyarakat dan tempat di mana semuanya bermula,” pungkas Widiyanti.










