TVRINews – Pandeglang
Memasuki hari kesepuluh, tim gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda hingga ribuan mil laut dengan melibatkan matra darat, laut, dan udara.
Pencarian lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari kesepuluh operasi pencarian dan pertolongan. Tim SAR gabungan memperluas cakupan area secara signifikan hingga mencapai 8.509 nautical mile persegi, disertai penyisiran intensif di sepanjang garis pantai Banten.
Insiden bermula ketika kapal cepat KM Arupadatu yang membawa rombongan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami musibah. Kapal tersebut diawaki oleh tiga kru, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto selaku pemandu.
Di dalamnya turut serta delapan penumpang, termasuk lima wartawan dari berbagai lembaga media, yaitu M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta jurnalis lepas Donal.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa eskalasi wilayah operasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi pergeseran posisi korban maupun bangkai kapal akibat dinamika arus laut di Selat Sunda.
"Penyisiran darat tetap kami lakukan di sepanjang pesisir Carita sampai ke Pantai Anyer, termasuk untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penemuan jenazah, yang setelah sebelumnya ditelusuri hasilnya nihil," ujar Rizky di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita.
Dalam strategi hari kesepuluh ini, operasi dibagi ke dalam sepuluh sektor pencarian. Lonjakan cakupan area terlihat dari luas sebelumnya yang berada di angka 3.439 nautical mile persegi.

Sektor C kini menjadi wilayah pencarian terluas dengan bentangan mencapai 3.380 nautical mile persegi, yang melibatkan KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar hingga menjangkau perairan Samudra Hindia dari barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.
Selain kekuatan maritim, koordinasi lintas sektor turut ditempuh melalui penyebaran siaran e-broadcast lewat kerja sama bersama Vessel Traffic Services guna memantau setiap kapal niaga yang melintas.
Langkah antisipasi udara juga disiagakan melalui pengerahan satu unit helikopter HR-3601 milik Basarnas di Pangkalan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat.
Hingga saat ini, belum ada laporan terkonfirmasi dari kapal yang melintas maupun temuan baru di lapangan. Kendati demikian, tim gabungan memastikan seluruh informasi sekecil apa pun dari masyarakat serta pengguna jasa pelayaran akan diverifikasi secara ketat demi menemukan titik terang keberadaan para korban.










