TVRINews, Yahukimo
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir/HP Koops TNI Habema menyita satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm beserta sejumlah amunisi dan perlengkapan usai terjadi kontak tembak di sekitar Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo.
Patroli wilayah tersebut dilaksanakan untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak yang diduga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan.
Saat melakukan pemeriksaan terhadap sebuah bangunan kayu yang diduga digunakan kelompok tersebut, personel mendapati dua orang yang kemudian menjauh dari lokasi. Setelah diberikan peringatan, situasi berkembang menjadi kontak tembak singkat akibat adanya tembakan dari arah kelompok bersenjata.
Kontak tembak berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak. Personel selanjutnya melaksanakan pengamanan lokasi dan menemukan sejumlah persenjataan serta perlengkapan yang ditinggalkan.
Barang yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, amunisi, senjata tajam, busur dan anak panah, perangkat komunikasi, dokumen, serta perlengkapan lainnya. Seluruh temuan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
"Saya mengapresiasi profesionalisme prajurit yang mampu melaksanakan tugas dan mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kita harus tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, tetapi keberhasilan operasi tidak selalu harus diukur dari jatuhnya korban. Yang lebih penting adalah berkurangnya ancaman dan semakin terjaganya keselamatan masyarakat," tegas Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2026.
Pangkoops juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.
"Jalan damai selalu terbuka. Mari kembali membangun kampung, menjaga kehidupan keluarga, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua. Keamanan harus membuka ruang bagi kehidupan masyarakat yang semakin normal dan damai," tambahnya.
Koops TNI Habema akan terus menjaga keamanan wilayah Yahukimo melalui langkah pengamanan yang profesional, disertai pendekatan teritorial dan kemanusiaan untuk mendukung kehidupan masyarakat yang aman, sejahtera, dan damai berkelanjutan.










