TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan reproduksi berbasis teknologi modern guna membantu pasangan memperoleh akses program kehamilan yang lebih optimal.
Hal tersebut disampaikan Dante saat menghadiri relaunching Klinik Yasmin Reproductive Cluster di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut Dante, perkembangan teknologi reproduksi berbantu saat ini telah memberikan peluang lebih besar bagi pasangan yang mengalami masalah infertilitas untuk mendapatkan keturunan.
Karena itu, pemerintah mendukung penguatan layanan fertilitas yang terintegrasi dengan teknologi medis terkini dan sumber daya manusia yang kompeten.
“Kami mendukung transformasi layanan kesehatan reproduksi yang lebih modern, komprehensif, dan mudah diakses masyarakat,”kata Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menilai kehadiran Klinik Yasmin Reproductive Cluster menjadi bagian penting dalam penguatan layanan kesehatan reproduksi nasional. Selain melayani program bayi tabung atau IVF, klinik tersebut juga mengembangkan layanan kesehatan perempuan secara menyeluruh.
Dante mengatakan layanan fertilitas tidak hanya berfokus pada keberhasilan program kehamilan, tetapi juga harus memperhatikan kenyamanan, pendampingan psikologis, dan kualitas pelayanan kepada pasien.
Dalam relaunching tersebut, Klinik Yasmin memperkenalkan berbagai layanan berbasis teknologi modern seperti inseminasi intrauterin (IUI), Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), pemeriksaan genetik embrio, pembekuan sperma dan embrio, hingga teknologi preservasi fertilitas.
Selain itu, layanan pendampingan pasien juga diperkuat melalui sistem satu pasien satu perawat serta kolaborasi dengan layanan penunjang seperti akupuntur.
Dante berharap pengembangan layanan fertilitas di Indonesia dapat terus diperluas agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi menjadi lebih merata.
“Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat. Karena itu pelayanan harus terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,”tuturnya.
Klinik Yasmin sendiri merupakan salah satu pionir layanan fertilitas di Indonesia yang telah berdiri sejak 2010 dan menjadi pusat rujukan nasional dalam bidang teknologi reproduksi berbantu. Sepanjang 2025, klinik tersebut mencatat 95 kehamilan dari 221 siklus program yang dijalankan.










