TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan masalah infertilitas atau gangguan kesuburan kini menjadi tantangan serius di Indonesia maupun dunia. Berdasarkan data global, satu dari enam pasangan mengalami infertilitas dan membutuhkan intervensi medis untuk memperoleh keturunan.
Hal tersebut disampaikan Dante saat menghadiri relaunching Klinik Yasmin Reproductive Cluster di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Selasa, 26 Mei 2026.
“Secara global, sekitar satu dari enam pasangan di dunia mengalami infertilitas. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2022 terdapat sekitar enam juta pasangan yang memerlukan intervensi medis terkait kesuburan,”kata Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, persoalan infertilitas menjadi semakin penting diperhatikan karena angka fertilitas total nasional terus mengalami penurunan. Ia menyebut total fertility rate Indonesia turun dari 2,18 pada 2020 menjadi 2,13 pada 2025.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah terus mendorong penguatan layanan fertilitas di berbagai daerah. Saat ini tercatat terdapat sekitar 60 rumah sakit di 17 provinsi yang telah memiliki layanan klinik infertilitas.
Dante mengatakan Klinik Yasmin menjadi salah satu pusat layanan fertilitas unggulan di Indonesia dengan tingkat keberhasilan program yang tinggi serta didukung tenaga medis dan teknologi reproduksi modern.
Ia juga menyoroti bahwa pasangan yang datang ke klinik fertilitas bukan sekadar mencari pengobatan, tetapi membawa harapan besar untuk mendapatkan keturunan.
“Mereka datang bukan karena sakit fisik, tetapi membawa harapan yang dijaga bertahun-tahun dengan doa dan perjuangan,”pungkasnya.
Melalui relaunching Klinik Yasmin, pemerintah berharap layanan kesehatan reproduksi di Indonesia semakin berkualitas, inklusif, dan mudah diakses masyarakat.










