TVRINews, Jakarta
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo melalui RSCM Kencana menegaskan posisi Klinik Yasmin Reproductive Cluster sebagai salah satu pusat rujukan nasional di bidang fertilitas dan teknologi reproduksi berbantu di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam relaunching Klinik Yasmin yang digelar di Jakarta,Selasa, 26 Mei 2026, dengan mengusung tema “Fertility and Beyond with Compassion, Care with Heart”.
Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmored mengatakan Klinik Yasmin telah menjadi pionir layanan fertilitas sejak tahun 2010 dan terus berkembang sebagai pusat layanan kesehatan reproduksi dengan dukungan teknologi modern serta tenaga medis berpengalaman.
“Klinik Yasmin dikenal sebagai pusat layanan infertilitas dengan tingkat keberhasilan yang tinggi di Indonesia dan terus berkembang menjadi layanan kesehatan reproduksi yang lebih menyeluruh,” ujar Supriyanto dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, Klinik Yasmin didukung para Guru Besar Obstetri dan Ginekologi serta Andrologi yang memiliki pengalaman klinis luas dalam penanganan infertilitas dan teknologi reproduksi berbantu.
Selain itu, klinik tersebut juga menjalin kerja sama internasional guna memperkuat pengembangan layanan dan teknologi kesehatan reproduksi.
Sepanjang tahun 2025, Klinik Yasmin mencatat 95 kehamilan dari total 221 siklus program yang dijalankan. Angka tersebut menjadi salah satu indikator tingginya tingkat keberhasilan layanan fertilitas yang diberikan kepada pasien.
Klinik Yasmin saat ini memiliki delapan layanan utama yang mencakup program bayi tabung atau IVF, gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.
Berbagai teknologi reproduksi modern juga tersedia, seperti inseminasi intrauterin (IUI), pemeriksaan genetik embrio, pembekuan sperma dan embrio, Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), hingga layanan pemeriksaan infertilitas laki-laki dan perempuan.
Ketua Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia, Muharam Natadisastra menilai keberadaan Klinik Yasmin memiliki peran strategis dalam pengembangan layanan fertilitas nasional.
Menurutnya, Klinik Yasmin tidak hanya menjadi pusat pelayanan, tetapi juga pusat pendidikan dan penelitian bagi pengembangan teknologi reproduksi berbantu di Indonesia.
“Klinik Yasmin menjadi pelopor dan pusat pendidikan utama program bayi tabung di Indonesia serta berkontribusi besar dalam pengembangan layanan fertilitas nasional,”ungkap Muharam.
Ia menambahkan, di tengah angka infertilitas yang diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia, keberadaan pusat layanan fertilitas yang kuat dan berkualitas menjadi sangat penting.
Melalui relaunching ini, RSCM berharap Klinik Yasmin dapat terus menjadi role model layanan fertilitas modern sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berkelanjutan.










