TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kasus positif influenza pada 2026 paling banyak ditemukan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan hingga 2026 terdapat 1.527 kasus positif influenza berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan dalam surveilans.

(Tren kasus dan jenis Subtype Virus Influenza di Indonesia. [Foto: Kemenkes])
“Positif influenza kita di tahun 2026 sebanyak 1.527. Yang paling banyak adalah H1N1pdm09, kemudian H3N2, dan kemudian tipe B,” ujar Andi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Selain berdasarkan jenis virus, Kemenkes juga mencatat proporsi kasus positif influenza tertinggi berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Andi mengatakan data tersebut menjadi bagian dari pemantauan Kemenkes terhadap perkembangan influenza di Indonesia. Surveilans dilakukan untuk mengetahui perkembangan virus sekaligus memantau tingkat keparahan penyakit.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu waspada terhadap influenza, terutama kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti balita, ibu hamil, lanjut usia, serta orang dengan penyakit penyerta dan kondisi imunokompromais.










