TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus mendorong industrialisasi nasional untuk memperkuat daya saing ekonomi, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas lapangan kerja. Upaya ini juga diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan tenaga kerja, dan kesejahteraan pekerja Indonesia.
Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung agenda tersebut melalui pengawalan kebijakan pemerintah agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk pekerja dan keluarganya.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., melalui video sambutan dalam peringatan HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di Sukabumi, pada Minggu, 18 Oktober 2026, kemarin.
Jenderal Listyo Sigit menekankan pentingnya penguatan regulasi, percepatan hilirisasi, dan pengembangan industrialisasi nasional untuk mendorong pertumbuhan industri serta membuka kesempatan kerja yang lebih luas.
“Dengan penguatan regulasi, percepatan hilirisasi, dan pengembangan industrialisasi nasional, kita berharap ribuan bahkan ratusan ribu industri baru dapat tumbuh dan berkembang, sehingga membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan secara luas,” ujar Jenderal Listyo Sigit, dalam keterangan yang diterima Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut pemerintah, keberhasilan industrialisasi perlu didukung tenaga kerja yang kompeten, industri yang berdaya saing, serta hubungan industrial yang harmonis. Peningkatan keterampilan pekerja juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan industri bernilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Selain mendorong pertumbuhan industri, pemerintah terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha, mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK), dan memperkuat perlindungan hak-hak pekerja.
Sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dinilai penting agar pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Pada akhir sambutannya, Jenderal Listyo Sigit mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Mari kita satukan tekad, perkuat sinergi, dan terus berkarya untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujar Jenderal Listyo Sigit.
Melalui pengawalan kebijakan dan penguatan sinergi antarpemangku kepentingan, pemerintah mendorong agenda industrialisasi Presiden Prabowo Subianto agar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.










