TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk tidak gentar dan tetap teguh menghadapi berbagai tekanan serta tantangan global yang menghadang pembangunan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri" yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026.
"Rakyat kita berharap lebih banyak. Kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak. Kita terus dihadang, ada macam-macamlah, MSCI. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar," tegas Presiden Prabowo di hadapan para menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga.
Presiden membakar semangat jajarannya agar pantang menyerah dan terus bekerja keras demi menjawab ekspektasi masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan politik dunia.

(Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. [Foto: Youtube Setpres])
"Saudara-saudara sekalian, kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban serta tidak mengenal menyerah," ujarnya.
Di samping memberikan arahan strategis terkait tantangan global, Presiden Prabowo turut mengibaratkan jajaran kabinetnya seperti sebuah tim sepak bola yang sedang menjalani pertandingan panjang periode 2024–2029.
"Saya terima kasih dengan kerja keras Saudara-saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker," tutur Presiden.
Beliau menenangkan para pejabat yang belum mendapat porsi peran utama agar tidak berkecil hati, mengingat masa pemerintahan baru berjalan dua setengah tahun.
"Yang cadangan, jangan frustrasi. Pada saatnya Saudara akan kita mainkan. Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half-time. Kita ini 5 tahun, jadi 2 setengah tahun baru babak pertama. Habis itu kita akan ke babak kedua," tambahnya.
Melihat intensitas kerja keras para pembantunya di babak pertama pemerintahan, Presiden Prabowo secara khusus meminta Menteri Kesehatan untuk memperhatikan kondisi fisik jajaran kabinet agar tetap prima.
"Tapi Saudara-saudara, saya sudah prihatin. Di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai," ungkapnya.
Guna memastikan stamina para pejabat negara tetap terjaga, Kepala Negara menginstruksikan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) serta pemberian asupan gizi yang optimal.
"Saya minta Menteri Kesehatan coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan, mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi. Cari vitamin-vitamin yang bagus. Kalau Menteri Kesehatan tidak tahu, nanti dari saya daftar vitaminnya itu," pungkas Presiden.








