TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga optimistis Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia akan semakin solid, merakyat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Optimisme tersebut disampaikan Lamhot dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar pada 20 Oktober 2026. Tahun ini, Golkar mengusung tema “Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera”.
Menurut Lamhot, tema tersebut mengandung pesan penting bahwa kekuatan sebuah partai politik tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya organisasi atau posisi politik yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab persoalan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
"Di usia ke-62 ini, saya optimistis Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia akan semakin solid, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin mampu menerjemahkan perjuangan politik menjadi karya nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Lamhot dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia mengatakan, perjalanan panjang Golkar dalam kehidupan politik Indonesia merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Pengalaman organisasi, jaringan kader hingga ke daerah, serta tradisi pengabdian kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar partai tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Lamhot menilai, kepemimpinan Bahlil memiliki momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong seluruh kader bekerja lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat. Soliditas partai, menurut dia, harus dibangun tidak hanya melalui kesamaan sikap politik, tetapi juga melalui kesamaan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Soliditas itu bukan sekadar seluruh kader berada dalam satu barisan. Lebih dari itu, soliditas harus terlihat dari kesungguhan kader bekerja, keberanian menyerap aspirasi, serta konsistensi memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kebijakan yang tepat,” katanya.
Ia menambahkan, kekuatan Golkar akan semakin berarti apabila seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan, mampu menjalankan fungsi politik secara efektif. Kader harus menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan proses pengambilan keputusan di pemerintahan maupun lembaga legislatif.
Bagi Lamhot, semangat merakyat juga harus diwujudkan melalui kehadiran kader di tengah persoalan sehari-hari masyarakat. Mulai dari kesulitan memperoleh pekerjaan, keterbatasan akses pendidikan, tekanan biaya hidup, hingga kebutuhan terhadap pelayanan publik yang berkualitas, seluruhnya membutuhkan perhatian dan solusi yang konkret.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan kerja politik sebagai proses yang berorientasi pada hasil. Kegiatan partai tidak cukup berhenti pada agenda seremonial atau komunikasi politik, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan masyarakat, pengawalan program pembangunan, dan penyampaian aspirasi secara berkelanjutan.
“Rakyat tidak hanya membutuhkan janji. Rakyat ingin melihat hasil. Karena itu, ukuran keberhasilan politik harus semakin dekat dengan apa yang dirasakan masyarakat, apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik, apakah kesempatan ekonominya terbuka, dan apakah negara hadir ketika mereka membutuhkan,” ucap Lamhot.
Dalam konteks pembangunan nasional, Lamhot berpandangan bahwa Golkar memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi, menurut dia, harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja, penguatan daya beli masyarakat, pemerataan kesempatan usaha, dan peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia.
Ia menilai, pembangunan ekonomi yang kuat membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai elemen masyarakat. Golkar dapat mengambil peran melalui gagasan kebijakan, kerja legislasi, pengawasan pemerintahan, dan penguatan komunikasi politik yang konstruktif.
Sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot juga menyoroti pentingnya penguatan sektor industri, energi, dan hilirisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah perekonomian Indonesia.
Menurut dia, kekayaan sumber daya alam harus dikelola dengan orientasi yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas mentah. Karena itu, Indonesia perlu memastikan bahwa pengolahan sumber daya alam memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar di dalam negeri.
Manfaat tersebut, antara lain, berupa tumbuhnya industri pengolahan, meningkatnya investasi produktif, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya kemampuan teknologi, serta meningkatnya keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha nasional dalam rantai pasok industri.
“Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah agenda pembangunan yang perlu terus kita kawal bersama,” tandas Lamhot.
Ia menegaskan, agenda hilirisasi harus dilaksanakan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kepastian hukum, kesiapan sumber daya manusia, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar kawasan industri.
Dengan demikian, pembangunan industri tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong pemerataan kesempatan dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Lamhot juga menilai, ketahanan dan kemandirian energi menjadi bagian penting dari kepentingan nasional.
Ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung kegiatan industri, menjaga produktivitas ekonomi, serta melindungi daya saing Indonesia di tengah perubahan ekonomi global.
Dalam pandangannya, Golkar perlu terus mendorong kebijakan energi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan efisiensi, keberlanjutan, dan kepentingan masyarakat. Kebijakan tersebut harus memperhitungkan keterjangkauan energi bagi rumah tangga, kebutuhan sektor produktif, serta upaya memperkuat kapasitas energi nasional.
Selain industri dan energi, Lamhot menekankan bahwa kesejahteraan rakyat juga bergantung pada kemampuan Indonesia memperkuat UMKM dan ekonomi kerakyatan. Pelaku usaha kecil membutuhkan akses pembiayaan yang memadai, pendampingan usaha, kepastian pasar, peningkatan kualitas produk, serta kesempatan untuk masuk ke dalam rantai pasok industri yang lebih luas.
Menurut dia, penguatan UMKM tidak boleh dipandang sebagai agenda ekonomi yang terpisah dari pembangunan industri nasional. Ketika pelaku usaha kecil dapat menjadi pemasok barang dan jasa bagi industri besar, manfaat investasi akan lebih luas dan peluang ekonomi dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Pembangunan harus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh bersama. Industri yang berkembang perlu menciptakan ruang bagi UMKM, sementara peningkatan investasi harus diikuti dengan penciptaan pekerjaan dan penguatan kapasitas tenaga kerja Indonesia,” ujarnya.
Lamhot berpandangan, agenda tersebut sejalan dengan semangat karya nyata yang diusung dalam peringatan HUT ke-62 Golkar. Karya nyata, menurut dia, harus dapat diukur melalui kemajuan yang konkret, seperti meningkatnya kesempatan kerja, berkembangnya usaha masyarakat, membaiknya akses terhadap layanan dasar, serta semakin kuatnya kemampuan ekonomi daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan politik dan ekonomi ke depan menuntut Golkar untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai partai yang mengedepankan karya dan pengabdian. Perubahan pola komunikasi masyarakat, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi perlu dijawab dengan cara kerja politik yang lebih terbuka dan akuntabel.
Kader Golkar, lanjut Lamhot, perlu memperkuat kemampuan memahami persoalan masyarakat berbasis data sekaligus menjaga komunikasi langsung dengan konstituen. Aspirasi yang dihimpun harus diterjemahkan menjadi usulan kebijakan yang terukur, realistis, dan dapat diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan maupun lembaga perwakilan rakyat.
Ia menambahkan, kedekatan dengan rakyat juga menuntut partai untuk bersikap terbuka terhadap kritik. Masukan masyarakat semestinya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki program, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Dalam konteks pemerintahan, Lamhot menilai bahwa peran politik yang konstruktif penting untuk menjaga kesinambungan agenda pembangunan nasional. Dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik harus disertai tanggung jawab untuk mengawal pelaksanaannya, memastikan efektivitas anggaran, serta memberikan masukan apabila terdapat program yang perlu diperbaiki.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya melalui banyaknya program yang direncanakan atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Hasil akhirnya harus tercermin pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan daya saing nasional, pemerataan pembangunan, dan terbukanya peluang yang lebih luas bagi generasi muda.
Memasuki usia ke-62, Lamhot berharap Golkar semakin mampu mempertemukan pengalaman panjang partai dengan semangat pembaruan. Penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta keberanian menghadirkan gagasan yang relevan menjadi bagian penting untuk memastikan Golkar tetap berkontribusi dalam menjawab tantangan Indonesia ke depan.
Ia juga mengajak seluruh kader menjadikan peringatan HUT ke-62 sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian, bukan sekadar perayaan perjalanan organisasi. Menurut dia, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui konsistensi sikap, kualitas kerja, dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa.
"Harapan saya, di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia, Golkar semakin matang, semakin kompak, dan semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Kita ingin Golkar bukan hanya besar secara organisasi, tetapi juga besar kontribusinya bagi pembangunan Indonesia,” kata Lamhot.
Ia juga menegaskan, tema “Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera” harus menjadi pedoman kerja seluruh kader dalam menjalankan peran politiknya. Kebersamaan dengan rakyat harus diwujudkan melalui tindakan, karya nyata harus menghasilkan manfaat, dan kesejahteraan harus menjadi orientasi utama perjuangan.
“Selamat HUT ke-62 Partai Golkar. Semoga Golkar terus menjadi kekuatan politik yang solid, dekat dengan rakyat, dan konsisten memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Lamhot.
Dengan semangat tersebut, Lamhot optimistis Golkar dapat terus memperkuat perannya dalam pembangunan nasional sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Baginya, ukuran paling penting dari perjalanan panjang partai bukan hanya usia yang bertambah, melainkan semakin besar manfaat yang dapat diberikan bagi rakyat dan masa depan Indonesia.










