TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pemerintah terus mempercepat penanganan kekeringan yang melanda berbagai daerah di Indonesia dengan memperkuat pencarian sumber air baru dan menjaga pasokan air untuk sektor pertanian.
Menurut Dody, langkah tersebut menjadi prioritas agar produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah musim kemarau yang mulai berdampak pada sejumlah sentra pangan nasional.
"Yang kita kejar sekarang adalah sebanyak-banyaknya mendapatkan sumber air bawah tanah dan mengalirkannya ke sawah-sawah terdekat. Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun meskipun dalam kondisi kekeringan," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.
Hingga akhir Juli 2026, Kementerian PU mencatat telah menangani 294 titik kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 180 titik di daerah irigasi dan 114 titik di kawasan permukiman.
Dari total lokasi terdampak, sebanyak 202 titik atau sekitar 68,7 persen telah berhasil ditangani, sedangkan 92 titik lainnya masih dalam proses penanganan.
Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mencari sumber air bawah tanah menggunakan teknologi isotop. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi cadangan air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi selama musim kemarau.
Di sektor pertanian, pemerintah memprioritaskan penanganan kawasan irigasi karena berpengaruh langsung terhadap produksi pangan. Berbagai langkah darurat dilakukan, mulai dari pemompaan air dari sungai ke lahan pertanian, normalisasi saluran irigasi, pemasangan pipa distribusi air, pembangunan saluran irigasi tersier, hingga penguatan tanggul sementara menggunakan sandbag.
Selain itu, Kementerian PU juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perum Jasa Tirta II, serta TNI Angkatan Udara guna menjaga ketersediaan air di sejumlah bendungan.
"Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu upaya untuk memastikan ketersediaan air di bendungan tetap terjaga sehingga pasokan air ke lahan pertanian tidak terganggu," kata Dody.
Tak hanya sektor pertanian, penanganan juga difokuskan pada wilayah permukiman yang mengalami krisis air bersih. Dari 114 lokasi terdampak, sebanyak 42 titik telah selesai ditangani, sementara sisanya masih dalam proses melalui distribusi air bersih menggunakan truk tangki dan dukungan sarana penyediaan air bagi masyarakat.
Dody menegaskan Kementerian PU akan terus memperkuat langkah mitigasi selama musim kemarau agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
"Kami akan terus memperkuat penyediaan sumber air, mengoptimalkan jaringan irigasi, dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," tegasnya.









