TVRINews, Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diperkirakan akan diikuti sekitar 100.000 peserta.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi selaku Sekretaris Tim Kerja Kemenag untuk Zikir dan Doa Kebangsaan mengatakan, panitia terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, lancar, dan khidmat.
"Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk," ujar Muchlis.
Menurut Muchlis, perhatian panitia saat ini difokuskan pada kesiapan operasional di lapangan, mulai dari pengaturan akses peserta, pengamanan, layanan kesehatan, transportasi, hingga dukungan teknis lainnya.
Mengingat tingginya jumlah peserta yang akan hadir, panitia mengimbau masyarakat datang lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang dimulainya acara.
Selain itu, peserta diminta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, seperti hadir sesuai titik kumpul yang telah dikoordinasikan, membawa perlengkapan ibadah bagi peserta muslim yang akan mengikuti Salat Magrib berjamaah, membawa perlengkapan pribadi secukupnya, mengikuti pemeriksaan keamanan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain panggung utama, sistem suara, pos kesehatan, pos keamanan, pusat informasi, hingga skema transportasi dan pengaturan mobilisasi peserta dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Kemudian Muchlis menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia, tetapi juga partisipasi seluruh peserta dalam menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas.
"Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mengawali peringatan kemerdekaan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kekhusyukan agar kegiatan ini berlangsung dengan baik serta memberikan kesan yang membanggakan bagi kita semua," ucapnya.
Ia berharap Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi pembuka rangkaian HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa dibangun melalui sinergi antara ikhtiar lahir melalui kerja keras dan ikhtiar batin melalui doa serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Kita bekerja keras membangun Indonesia, tetapi pada saat yang sama kita juga memohon pertolongan dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi energi moral yang memperkuat persatuan bangsa dan mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang semakin maju, adil, makmur, serta dirahmati Allah Swt.," tuturnya.









