TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan jika saat ini geopolitik global semakin tidak menentu akibat konflik yang terjadi di berbagai kawasan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian Indonesia agar tetap waspada dalam mengambil setiap kebijakan.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika perang di Ukraina yang telah berlangsung selama beberapa tahun, konflik di Timur Tengah, hingga ketegangan di kawasan Asia Tenggara menjadi bukti bahwa stabilitas dunia masih menghadapi tantangan besar. Dampaknya, kata dia, dirasakan hampir seluruh negara, mulai dari lonjakan harga pangan hingga energi.

“Perang di satu wilayah dunia sekarang berpengaruh ke mana-mana, termasuk terhadap harga pangan dan bahan bakar,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026.
Mantan Menhan ini juga menyinggung meningkatnya kekhawatiran terhadap perlombaan senjata, termasuk potensi berkembangnya kepemilikan senjata nuklir di sejumlah negara. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata karena dapat memengaruhi keamanan global.
Di tengah situasi itu, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia akan tetap mempertahankan politik luar negeri bebas aktif. Pemerintah, kata dia, memilih menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tanpa berpihak pada blok kekuatan tertentu.
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia terus mengedepankan diplomasi damai dan berupaya menjadi mitra yang baik bagi seluruh negara. Pendekatan tersebut dinilai membuat Indonesia diterima oleh berbagai pihak dalam upaya membangun dialog dan penyelesaian konflik.
Selain menyoroti kondisi global, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di dalam negeri. Menurutnya, pembangunan bangsa hanya dapat berjalan apabila seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat, mampu bekerja sama.
Ia menilai sejarah telah menunjukkan bahwa negara yang berhasil adalah negara yang mampu menjaga kekompakan para pemimpinnya. Sebaliknya, konflik berkepanjangan di kalangan elit hanya akan menghambat pembangunan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus menjadi kekuatan, bukan justru memicu perpecahan. Lantaran hal tersebut, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas nasional dan tidak mudah terprovokasi di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang.









