TVRINews – Jakarta
Dari komitmen penggratisan pendidikan nasional hingga pelunasan utang obligasi BLBI Rp218,3 triliun, sepekan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diwarnai langkah strategis ekonomi, mitigasi bencana, serta apresiasi bagi para atlet nasional di ajang Asian Games 2026.
Sepekan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada pengujung September 2026 diwarnai dengan rangkaian kebijakan krusial, mulai dari reformasi struktural di sektor pendidikan, penyelesaian beban finansial masa lalu, percepatan perjanjian perdagangan internasional, hingga apresiasi terhadap prestasi gemilang kontingen Indonesia di kancah olahraga multi-cabang terbesar Asia.
Agenda pekan ini dibuka pada Senin, 21 September 2026, ketika kepala negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan negeri tanpa pungutan biaya, mencakup jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.

(Catatan Sepekan Presiden RI Prabowo Subianto 21-26 September 2026 (Foto Ilustrasi Grafis: TVRINews.com))
Di sektor fiskal dan perekonomian, langkah signifikan diambil pada Selasa, 22 September 2026. Pemerintah secara resmi melunasi seluruh kewajiban utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia menggunakan instrumen sisa surplus bank sentral.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa penyelesaian ini menandai tuntasnya beban historis penanganan krisis finansial 1997–1998, meski pemerintah tetap berkomitmen mengejar hak tagih dari obligor yang belum menyelesaikan kewajibannya.
Pada hari yang sama, fokus beralih ke Istana Kepresidenan Jakarta tatkala Presiden memerintahkan akselerasi penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan berlaku efektif awal 2027.
Dalam forum tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan langkah strategis penguatan industri tekstil dan produk tekstil yang menyerap sekitar empat juta tenaga kerja dengan nilai ekspor mencapai 12 miliar dolar AS. Kebijakan ini mencakup harmonisasi tarif, kemudahan pasokan bahan baku, penertiban impor ilegal, serta restrukturisasi korporasi melalui Danantara.

(sumber: Instagram/sekretariat.kabinet)
Sementara itu masih fokus pada masalah Pendidikan Pemerintah memandang bahwa fondasi masa depan bangsa harus dimulai dari ruang-ruang kelas yang layak. Komitmen tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam rapat terbatas pada Rabu, 23 September 2026, di mana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan pendidikan di sekolah dan madrasah negeri digratiskan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno ditunjuk memimpin tim khusus untuk mengkalkulasi skema pembiayaan perguruan tinggi negeri dalam rentang waktu dua minggu hingga satu bulan.
Guna memperkuat sektor keagamaan, diterbitkan pula Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 yang mengamanatkan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama.
Isu lingkungan turut mendominasi agenda mingguan melalui rapat hibrida yang dipimpin Presiden dari Istana Merdeka pada Rabu, 23 September 2026. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra masih menyisakan 209,78 hektare lahan yang memerlukan pemadaman intensif.

(sumber: Instagram/sekretariat.kabinet)
Sebagai solusi jangka panjang berbasis riset, Presiden berdiskusi dengan para akademisi dan pakar gambut pada Kamis, 24 September 2026, yang berujung pada keputusan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di bawah koordinasi langsung kepala negara.
Menutup pekan tersebut, gelombang apresiasi dialirkan istana kepada para pejuang olahraga Merah Putih di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Pada Kamis malam, 24 September 2026, Presiden secara khusus menghubungi tim bulu tangkis putra Indonesia untuk menyampaikan selamat atas raihan medali emas perdana setelah menaklukkan Tiongkok di partai puncak.
Sentuhan apresiasi serupa kembali diberikan pada Sabtu, 26 September 2026, tatkala kepala negara langsung menelepon Rahmat Erwin Abdullah beserta Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani, menyusul sukses sang atlet angkat besi yang tidak hanya meraih emas tetapi juga memecahkan rekor dunia. Prestasi-prestasi ini diharapkan mampu menjadi katalis bagi kontingen Indonesia untuk terus mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.










