TVRINews – Jakarta
Perpanjangan masa darurat gempa Nusa Tenggara Timur memasuki hari ketiga belas. Satuan tugas gabungan memperkuat distribusi logistik serta layanan medis di wilayah terdampak terisolasi.
Operasi kemanusiaan penanganan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari ketiga belas, Kamis, 27 Agustus 2026, total distribusi logistik kemanusiaan yang berhasil disalurkan oleh satuan tugas gabungan telah mencapai angka mendekati satu juta kilogram.
Berdasrakan data resmi yang dirilis Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Jumat 28 Agustus 2026, bahwa sebanyak 8.119 personel aktif masih dikerahkan di berbagai titik episentrum gempa.
Para prajurit tersebut difokuskan pada pembersihan puing, pendirian fasilitas kesehatan darurat, serta percepatan distribusi bantuan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Guna memastikan efektivitas rantai pasok bantuan, komando lapangan mengerahkan 27 unit alat utama sistem senjata secara terpadu. Armada tersebut mencakup 21 pesawat angkut militer, lima Kapal Perang Republik Indonesia, serta satu Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia guna menjembatani mobilitas logistik lintas pulau.
Penyaluran tambahan logistik udara seberat 21,285 ton pada hari tersebut menggenapkan akumulasi bantuan keseluruhan menjadi 946,923 ton. Seluruh paket bantuan tersebut terdiri dari logistik pangan, kebutuhan medis darurat, perlengkapan hunian sementara, serta air bersih bagi para pengungsi.
Di sisi lain, koordinasi lintas sektoral terus diperketat. Otoritas militer bekerja sama secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta pemerintah daerah setempat guna memetakan kebutuhan mendesak masyarakat serta mempercepat fase pemulihan infrastruktur vital di wilayah terdampak.










