TVRINews - Tangerang
Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 korban pembajakan di Somalia akhirnya kembali ke tanah air. Keempat WNI tersebut tiba melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 6 Oktober 2026 malam.
Mereka yakni Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Adi Faizal, 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; Wahudinanto, Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah; serta Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.
Keempat ABK tersebut sebelumnya menjadi korban pembajakan kelompok bersenjata di perairan sekitar Hafun, wilayah timur laut Somalia, pada 22 April 2026.
Setelah melalui proses negosiasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, keempat WNI berhasil dibebaskan dari penahanan para pembajak. Proses tersebut turut melibatkan KBRI Nairobi di Kenya, KBRI Islamabad, serta KJRI Karachi di Pakistan.
Menko PMK Sugiono mengatakan, pemulangan keempat WNI tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri.
Pemerintah juga memastikan kondisi kesehatan para korban mendapat perhatian setelah menjalani masa penyanderaan.
“Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini, di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Sugiono kutip Selasa
Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembebasan hingga pemulangan keempat WNI tersebut.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, KBRI di Yaoundé, serta seluruh pihak yang membantu proses penyelamatan para ABK.
“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaoundé, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah pada 30 April 2026 menyampaikan bahwa empat WNI korban pembajakan MT Honour 25 berada dalam kondisi baik. Saat itu, pemerintah masih melakukan penanganan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan mereka.
MT Honour 25 diketahui membawa 15 awak kapal yang terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.
Selama proses penanganan berlangsung, Kemlu berkoordinasi dengan berbagai pihak di Somalia untuk memastikan kebutuhan para WNI terpenuhi, termasuk kebutuhan logistik dan pembayaran gaji oleh pemberi kerja.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pihak terkait di Somalia dengan mengutamakan keselamatan para ABK hingga proses pembebasan dan pemulangan dapat dilakukan.










