TVRINews, Banten
Masyarakat Kota Serang, Banten, mengembangkan Kampung Literasi Pekijing sebagai upaya memperkuat budaya baca berbasis komunitas dan keluarga. Inisiatif tersebut menjadi contoh tumbuhnya gerakan literasi yang dibangun secara gotong royong oleh warga.
Di Kampung Literasi Pekijing, warga menyediakan rumah-rumah buku kecil di halaman rumah yang dapat diakses bebas oleh masyarakat. Kehadiran sudut baca sederhana itu membuat buku lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari warga.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan penguatan literasi tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas, dan keluarga.
Menurutnya, taman bacaan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca di lingkungan sekitar.
“Kami melihat Kampung Literasi Pekijing menunjukkan bagaimana masyarakat dapat membangun ekosistem literasi yang hidup dan menyenangkan. Anak-anak, orang tua, dan komunitas hadir bersama dalam berbagai aktivitas yang mendorong budaya membaca dan kreativitas di lingkungannya,” ujar Hafidz dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2026.
Hafidz menilai praktik baik yang dilakukan masyarakat Pekijing dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan ruang literasi yang terbuka dan ramah bagi masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan terus memberikan dukungan dan pendampingan agar pemanfaatan bahan bacaan semakin optimal.
“Kehadiran komunitas literasi berupa taman bacaan masyarakat dan perpustakaan desa di Pekijing dapat menjadi contoh sekaligus penggerak budaya baca di lingkungan sekitar,”jelasnya.
Literasi di Kampung Pekijing tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan membaca buku, tetapi juga lewat interaksi sosial yang melibatkan seluruh kelompok usia. Anak-anak mengikuti kegiatan mendongeng, membaca bersama, bermain permainan tradisional, hingga latihan seni dan musik.
Sementara itu, para lansia turut dilibatkan dalam kegiatan melukis, mewarnai, dan membuat kerajinan tangan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian ialah ketika anak-anak membacakan buku untuk para lansia yang mengalami kesulitan membaca. Aktivitas tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antargenerasi sekaligus menumbuhkan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Pembina Kampung Literasi Pekijing, Edi Suryadi, mengatakan penyediaan buku di depan rumah warga awalnya sempat diragukan efektivitasnya. Namun, pendekatan sederhana itu justru membuat masyarakat lebih tertarik untuk membaca.
“Ketika buku-buku ditempatkan di depan rumah dan mudah diakses serta judulnya menarik, masyarakat mulai berani memegang dan membaca buku. Dari situ kami menyadari bahwa masyarakat sebenarnya membutuhkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan mereka,”kata Edi.
Melihat respons positif warga, masyarakat kemudian secara mandiri membangun rumah-rumah buku di sepanjang jalan kampung agar dapat dimanfaatkan warga maupun pengunjung.
Selain menyediakan ruang baca, warga juga menghadirkan berbagai permainan tradisional untuk mendorong anak-anak lebih aktif bersosialisasi dan tidak bergantung pada gawai.
“Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk bermain bersama, membangun rasa percaya diri, dan mengembangkan kreativitasnya dengan bahagia,” tambahnya.
Semangat literasi itu juga dirasakan anak-anak di Kampung Literasi Pekijing. Salah seorang anak, Anisa, mengaku kegiatan di kampung literasi membuat anak-anak semakin senang membaca dan lebih akrab satu sama lain.
“Kegiatan di kampung literasi membuat kami lebih senang membaca dan lebih dekat satu sama lain. Semoga buku-buku di sini semakin banyak dan anak-anak semakin semangat belajar,”ungkap Anisa.
Pendongeng anak, Jujun, juga melihat antusiasme tinggi anak-anak dalam setiap kegiatan mendongeng yang digelar di kampung tersebut. Ia berharap budaya membaca terus tumbuh dan dijaga oleh generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Badan Bahasa turut menyerahkan bantuan buku hasil sayembara dan koleksi buku dari Kantor Bahasa Provinsi Banten untuk mendukung penguatan literasi masyarakat di Kampung Literasi Pekijing.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Kampung Literasi Pekijing menjadi contoh bahwa budaya membaca dapat tumbuh dari lingkungan sederhana dan berkembang menjadi gerakan sosial yang memperkuat pendidikan serta kreativitas masyarakat.










