TVRINews, Batam
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil membongkar praktik perjudian online berskala internasional yang beroperasi di Kota Batam dengan modus berkedok permainan lotre Hong Kong. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 14 warga negara asing (WNA) dari lima negara berbeda.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima aparat pada 10 Mei 2026, baik melalui laporan langsung maupun pemantauan di media sosial.
Direktur Reskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, mengatakan informasi awal tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan hingga akhirnya ditemukan dua lokasi yang diduga menjadi pusat operasional jaringan perjudian online.
“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, tim langsung melakukan penyelidikan dan menemukan dua lokasi yang digunakan sebagai tempat aktivitas perjudian online,” ujar Silvester, dikutip, Rabu, 13 Mei 2026.
Dari hasil penggerebekan di dua titik tersebut, petugas mengamankan sejumlah WNA yang terdiri dari berbagai kewarganegaraan. Di antaranya tiga warga negara Kamboja yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.
Selain itu, turut diamankan 14 warga negara Vietnam yang terdiri dari tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Polisi juga mencatat adanya satu warga negara Suriah, dua warga negara Tiongkok, serta empat warga negara Filipina yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.
“Seluruhnya berasal dari beberapa negara dan diduga terlibat dalam operasional perjudian online tersebut,” kata Silvester.
Silvester menjelaskan, para pelaku menjalankan praktik judi online dengan memanfaatkan skema Hong Kong Lottery yang disiarkan secara langsung melalui platform Facebook.
“Mereka melakukan siaran langsung di media sosial Facebook dan menawarkan permainan berbasis kartu dengan nilai taruhan tertentu kepada para pengguna,” ungkapnya.
Dalam praktiknya, para operator mempromosikan permainan tersebut menggunakan kartu bergambar tertentu yang diklaim sebagai bagian dari sistem lotre, dengan target pemain dari jaringan online lintas negara.
Saat ini, seluruh WNA yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Kepri untuk mendalami peran masing-masing serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik operasi tersebut.










