TVRINews, Salatiga
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan pembangunan Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembangunan akses tol yang menjadi bagian dari pengembangan Jalan Tol Semarang–Solo itu mulai dikerjakan pada April 2026 oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Marga Jateng.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resminya, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Dody, keberadaan akses tol baru tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat menuju pusat Kota Salatiga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Akses Tol Pattimura dirancang memiliki panjang total 1,66 kilometer yang terdiri atas ramp on sepanjang 661 meter dan ramp off sepanjang 998 meter. Selain itu, proyek juga mencakup penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.
Pembangunan akses tol tersebut telah direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan nilai proyek mencapai Rp113,35 miliar.
Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada tahap awal berupa pembersihan serta perataan lahan sebelum memasuki tahap pembangunan struktur dan konstruksi utama.
Kementerian PU mencatat kebutuhan lahan proyek mencapai 18.731 meter persegi dengan progres pembebasan lahan yang telah mencapai 97,33 persen.
Secara teknis, proyek ini meliputi pembangunan 15 unit box culvert, tiga unit box underpass, satu unit secant pile, serta empat unit dinding penahan tanah (DPT).
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, ramp on dirancang memiliki satu lajur satu arah dengan lebar delapan meter, sedangkan ramp off terdiri atas dua lajur satu arah dengan lebar 10,15 meter.
Akses Tol Pattimura berada di KM 451–452 ruas Tol Semarang–Solo. Nantinya akses tersebut dapat digunakan kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta menuju pusat Kota Salatiga ataupun sebaliknya.
Sementara itu, kendaraan dari arah Solo dan Surabaya tetap menggunakan Gerbang Tol Salatiga yang telah beroperasi saat ini.
Dengan adanya akses baru tersebut, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu memutar lebih jauh untuk menuju pusat Kota Salatiga sehingga waktu tempuh perjalanan menjadi lebih efisien.
“Pembangunan akses ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, logistik, dan investasi daerah,” kata Dody.
Kementerian PU menegaskan pembangunan Akses Tol Pattimura dilaksanakan sesuai standar pelayanan minimal jalan tol dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.
Pelaksanaan proyek juga terus dikoordinasikan lintas sektor bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha jalan tol agar pembangunan berjalan optimal.
Sebagai informasi, Jalan Tol Semarang–Solo merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola PT Trans Marga Jateng, kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan total panjang mencapai 72,95 kilometer.
Keberadaan ruas tol tersebut diharapkan terus mendukung kelancaran distribusi logistik, mengurangi kepadatan di jalan nasional, serta memberikan perjalanan yang lebih cepat, aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.










