TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menegaskan desain memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Menurut Irene, desain tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual atau identitas sebuah produk, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing usaha, memperkuat citra merek, dan memperluas jangkauan konsumen.
Hal tersebut disampaikan Irene dalam Design Talks bertajuk Institutionalizing Integrity at Scale: Enforcing Professional Ethics Across Municipal Identity Projects yang menjadi bagian dari ADGI Design Week (ADW) 2026.
Dalam pemaparannya, Irene menyampaikan sejumlah data mengenai dampak desain terhadap perkembangan UMKM. Penggunaan desain dan logo disebut berkaitan dengan peningkatan jumlah pelanggan, kredibilitas merek, serta kemampuan pelaku usaha dalam menyesuaikan harga produk.
Ia memaparkan, sebanyak 83 persen UMKM mengalami peningkatan jumlah pelanggan, dengan penambahan sekitar 43 hingga 60 pelanggan baru. Selain itu, 63 persen UMKM mengalami peningkatan kredibilitas citra merek, sementara 95 persen disebut mengalami peningkatan dari sisi konsumen.

"Data tersebut menunjukkan bahwa desain berpotensi menjadi investasi strategis bagi pelaku usaha dan penguatan identitas. Good design is good business, desain memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata," kata Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 18 Oktober 2026.
Kemudian, Irene juga menjelaskan bahwa identitas visual Kementerian Ekonomi Kreatif merepresentasikan besarnya potensi subsektor ekonomi kreatif. Elemen visual tersebut menggambarkan berbagai subsektor yang bergerak dalam satu ekosistem, tanpa membatasi ruang bagi perkembangan potensi kreatif baru.
Menurutnya, desain yang dirancang dengan baik dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat identitas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha.
Selain peran desain dalam pengembangan usaha, forum tersebut turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, desainer profesional, dan masyarakat dalam membangun ekosistem desain yang berintegritas.
Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar, Rahmat Zulfikar, menyampaikan bahwa identitas daerah yang berakar pada kebudayaan dan digunakan secara luas dapat memperkuat kebanggaan masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi kreatif.
Untuk mendukung kolaborasi tersebut, ADGI menghadirkan ADGI Hub sebagai wadah penghubung pemerintah dan sektor swasta dengan desainer profesional melalui mekanisme seleksi atau sayembara yang transparan dan sesuai kode etik industri.
Sementara itu, pendiri Auman Design Bureau sekaligus perancang logo HUT ke-81 Republik Indonesia, Fajar Novario, menilai penguatan kolaborasi juga penting untuk memperluas kesempatan bagi talenta kreatif di daerah.
Melalui penguatan ekosistem desain yang profesional dan kolaboratif, desain diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya dan merek, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri kreatif serta pertumbuhan ekonomi nasional.










