TVRINews, Jakarta
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui gerakan Selamatkan PeRempuan INdonesia (SPRIN) resmi meluncurkan program Youth SPRINTER sebagai upaya meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam edukasi kesehatan perempuan di Indonesia.
Peluncuran program tersebut digelar dalam acara Launching Youth SPRINTER & SPRIN Padel Fun Game 2026 di Grand Padel Pulo Mas, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Program Youth SPRINTER atau Kader SPRINTER/SPRIN Volunteer menjadi salah satu dari empat pilar utama gerakan SPRIN yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan perempuan melalui pendekatan komunitas yang lebih dekat dengan anak muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Budi Wiweko mengatakan, program ini dirancang untuk mendorong generasi muda lebih aktif menyebarkan edukasi kesehatan perempuan di lingkungan sekitar mereka.
Menurutnya, pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan agar mudah diterima dan diterapkan.
“Melalui Youth SPRINTER, kami ingin mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan perempuan di lingkungan sekitarnya,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 14 Mei 2026.
Sebagai bagian dari peluncuran program, POGI juga menggelar pertandingan persahabatan padel yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, pengurus POGI, siswa SMA Labschool, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, hingga komunitas Mom’s School.
Budi menjelaskan, pemilihan olahraga padel dalam kegiatan tersebut dilakukan karena olahraga tersebut sedang populer di kalangan anak muda dan identik dengan gaya hidup sehat serta kolaboratif.
Ia menyoroti masih tingginya angka kematian ibu dan kasus kanker serviks di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan, angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100 ribu kelahiran hidup, sementara kasus baru kanker serviks mencapai lebih dari 36 ribu kasus per tahun dengan lebih dari 21 ribu kematian.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pentingnya gerakan edukasi kesehatan perempuan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas dan generasi muda.
“Masalah kesehatan perempuan bukan hanya isu medis, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Ketika perempuan sehat, keluarga dan generasi berikutnya juga akan tumbuh lebih sehat,”jelasnya.
Program Youth SPRINTER akan dijalankan melalui kolaborasi dengan sekolah, kampus, organisasi kepemudaan, hingga komunitas lintas agama di berbagai daerah. Para kader nantinya akan mendapatkan pelatihan bertahap terkait edukasi kesehatan perempuan, pendampingan komunitas, hingga advokasi sosial.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi langkah POGI dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan perempuan Indonesia melalui program SPRIN dan Youth SPRINTER.
Menurutnya, kesehatan perempuan perlu menjadi perhatian bersama karena perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan melahirkan generasi masa depan.
“Kesehatan perempuan harus menjadi prioritas bersama dan didukung melalui kolaborasi semua pihak,”ujar Arifatul.
Senada, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menilai program tersebut menjadi bentuk kolaborasi positif antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan Indonesia.
Ia berharap SPRIN dapat berkembang menjadi komunitas yang berkelanjutan dalam mendukung kesehatan perempuan dan anak di Indonesia.










