TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan sosial dalam membentuk calon pemimpin masa depan. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Talkshow “Ayo Cerita: Mental Health Issue Remaja” dalam rangka Jakarta Youth Achievement Award di MNC University, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 pengurus OSIS dari 89 sekolah di DKI Jakarta itu menjadi ruang diskusi bagi pelajar untuk memperkuat kepemimpinan, kepedulian sosial, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental remaja.
Dalam paparannya, Atip menyebut bahwa kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan sosial yang diperoleh melalui pengalaman organisasi seperti OSIS.
“Untuk mencapai kesuksesan adalah gabungan dari intellectual intelligence dan social intelligence. Kalau hanya mengandalkan intellectual intelligence saja, akan sulit menjadi pemimpin,” ujar Atip dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menambahkan, keterlibatan dalam OSIS memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter dan bahkan menjadi salah satu aspek dalam jalur prestasi non-akademik.
“OSIS ini sangat penting. Bahkan menjadi salah satu kriteria penilaian prestasi nonakademik. Jadi pengurus OSIS punya poin dalam jalur prestasi,”jelasnya.
Atip juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi berbeda dan tidak ada peserta didik yang tidak berbakat. Menurutnya, kecerdasan sosial berperan besar dalam menentukan kesuksesan seseorang.
Sementara itu, Ketua Umum Forum OSIS DKI Jakarta, Daryl Rainald, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang berani menyuarakan gagasan dan memiliki kepedulian sosial,”ungkap Daryl.
Ia juga menyoroti pentingnya isu kesehatan mental bagi remaja sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Kepala Bidang SMK DKI Jakarta, Erni Mawarni, menekankan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam membentuk pemimpin yang tangguh.
“Tanpa mental yang sehat dan tangguh, prestasi tidak akan berkelanjutan,”kata Erni.
Sementara itu, Rektor MNC University, Dendi Pratama, menyatakan komitmen kampus untuk mendukung pengembangan organisasi siswa sebagai ruang belajar kepemimpinan.
“Di OSIS itu diajarkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama. Ini harus terus kita hidupkan,”ujar Dendi.
Kegiatan bertema “Empowering Student Voices, Shaping Future Leaders” ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada pengurus OSIS berprestasi di berbagai kategori, mulai dari inovasi hingga dampak sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.










